Pakar Kaji Peran Bakteri Heterotrof dalam Bioremediasi Sedimen Tambak

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS -Dalam risetnya, Luthfiana Aprilianita Sari, S.Pi., M.Si, Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan UNAIR menjelaskan bahwa  bakteri heterotrof adalah bakteri yang mendapatkan makanan berupa senyawa organik dan organisme lainnya. Bakteri heterotrof, jelasnya, dapat hidup secara saproba (pengurai), parasit, dan simbiosis mutualisme. Bakteri yang berperan dalam proses penguraian bahan organik terdiri dari beberapa jenis, seperti nitrifikasi, denitrifikasi dan bakteri penghasil enzim ekstraseluler.

Tidak hanya itu, ia juga mengatakan, sedimen tambak merupakan kumpulan bahan organik yang terletak di dasar tambak yang terbentuk melalui proses sedimentasi. Sumber bahan organik dalam budidaya sebagian besar (90%) berasal dari pakan dan sisanya berasal dari perairan. Sedimentasi terjadi karena air tidak mampu mendistribusikan material bahan organik karena memiliki massa yang lebih besar dari air sehingga mengendap di dasar perairan. Sehingga peran bakteri heterotroff di sini sangat diperlukan.

“Bakteri heterotrof merupakan salah satu agen biologis yang berperan sebagai organisme pengurai sisa pakan dan bahan organik di dasar perairan. Sisa pakan dan sisa metabolisme di dalam sistem budidaya dapat menyebabkan parameter kualitas air tambak menurun,” papar.

Luthfiana mengatakan Sedimen tambak merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kualitas perairan lingkungan. Bahan organik yang tinggi (10 – 100 mg/kg pada air tambak dan 10.000 – 200.000 mg/kg pada sedimen tambak) dapat mengakibatkan blooming alga, yang berakibat pada kematian masal mahkluk hidup di perairan secara mendadak.

Penumpukan bahan organik pada sedimen tambak telah mengakibatkan penurunan tingkat kelangsungan hidup organisme yang dibudidaya dalam tambak. Akumulasi dan perombakan bahan organik yang dilakukan oleh bakteri terjadi di dasar sedimen tambak.

Ia melanjutkan peranan dari bakteri hetretrof pada sedimen tambak mampu menghasilkan enzim ekstraseluler (Protease, selulase dan amilase). Bakteri penghasil enzim ekstraseluler berperan dalam bioremediasi. Enzim merupakan molekul protein yang berperan sebagai katalis pada reaksi enzimatik.

Enzim berperan sebagai katalis untuk mempercepat reaksi biokimia pada tanah dan air tambak pada proses bioremediasi. Enzim tersebut ketika ditambahkan pada air budidaya atau disebar diatas tanah tambak, enzim dapat mendegradasi unsur utama bahan organik yang ditemukan di tambak.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa bakteri heterotrof sangat berperan peting sebagai agensia bioremediasi. Bioremediasi berasal dari kata bio dan remediasi atau “remediate” yang artinya menyelesaikan masalah. Secara umum bioremediasi dimaksudkan sebagai penggunaan mikroba untuk menyelesaikan masalah-masalah lingkungan atau untuk menghilangkan senyawa yang tidak diinginkan dari tanah, lumpur, air tanah atau air permukaan sehingga lingkungan tersebut kembali bersih dan alamiah.

“Dua puluh isolat bakteri yang ditemukan dari sedimen tambak yang memiliki kemampuan menghasilkan enzim ekstraseuler proteolitik, amilolitik dan selulolitik didapat 4 isolat bakteri. Keempat isolat tersebut diidentifikasi sebagai Bacillus thuringiensisBacillus lentusBacillus sphaericus dan Corynbacterium pilosum,” pungkasnya.

Penulis: Tunjung Senja Widuri

Editor: Nuri Hermawan

Sumber: https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/236/1/012003

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu