Pakar: Hambat Bakteri Pseudomonas Aeruginosa dengan Ekstrak Herbal Daun Sirsak

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Pakar UNAIR yang satu ini, Muhammad Thohawi Elziyad Purnama, drh., M.Si., tidak henti melakukan berbagai riset yang bermanfaat. Kali ini, riset yang ia lakukan tentang cara menghambat bakteri pseudomonas aeruginosa dengan ekstrak herbal daun sirsak.

Menurutnya, pseudomonas aeruginosa merupakan flora normal pada kondisi imun yang rendah. Faktor lingkungan dan stress yang tinggi, jelasnya, dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernafasan. Antara lain pneumonia nosokomial akut, infeksi akut dan infeksi kronis paru-paru.

“Kejadian pneumonia pernah dilaporkan pada kuda dan anjing. Bakteri P. aeruginosa secara alami mengalami resisten pada beberapa tingkatan antibiotik terutama pada bakteri Gram Negatif, hal ini disebabkan penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan dosis dan aturan pakai. Solusi permasalahan ini melalui penggunaan alternative pengobatan herbal,” jelasnya.

Sirsak, sambungnya, merupakan salah satu alternative pengobatan herbal sebagai antibakteri. Daun sirsak banyak ditemukan didaerah tropis dan menjadi pendukung ketersediaan bahan pengobatan alternatif. Bagian tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai antibakteri, tandasnya, adalah daun karena tingginya senyawa metabolit sekunder antara lain alkaloid, saponin, flavonoid, steroid, dan tannin.

“Penggunaan bahan herbal sebagai antibakteri memberikan efektifitas yang baik dalam menanggulangi permasalahan resistensi antibiotik,” tandasnya.  

Hasil penelitian yang ia lakukan dan tim membuktikan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak daun sirsak terhadap pertumbuhan bakteri P. aeruginosa yaitu pada perlakuan dengan konsentrasi ekstrak sebesar 125 ppm. Fitokimia ekstrak daun sirsak, ungkapnya, mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder, seperti steroid, alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, dan glikosida.

“Senyawa yang terkandung pada ekstrak daun sirsak dapat digunakan sebagai terapi untuk beberapa penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri. esktrak daun sirsak memiliki potensi antibakteri dikarenakan senyawa aktif yang dimiliki,” jelasnya.

Pada akhir, ia juga mengatakan bahwa ekstrak daun sirsak memiliki senyawa metabolit sekunder antara lain tanin, saponin, alkaloid, dan steroid, perananan senyawa-senyawa tersebut dalam aktivitas antibakteri cukup besar. Mekanisme tanin dalam dalam aktivitas antibakteri baik secara langsung, imbuhnya, yaitu menghambat aktivitas enzim yang berikatan dengan substrat bakteri dan jamur atau secara tidak langsung yaitu menghambat mekanisme fosforilasi oksidatif, dan menurunkan ion-ion penting dalam metabolisme bakteri.

“Senyawa saponin dapat masuk dan mengganggu sistem kerja bakteri dengan berdifusi melalui membran luar dan dinding sel yang rentan, kemudian mengikat membran sitoplasma dan mengganggu dan mengurangi kestabilan sel serta osmositias dari sel tersebut,” pungkasnya.

Penulis:Nuri Hermawan

Editor: Khefti Al Mawalia

Referensi terkait tulisan di atas:

https://ojs.unud.ac.id/index.php/jvet/issue/view/3312

Fikri, F., Rahmaningtyas, IH., Purnama, MTE., Prastiya, RA. 2019. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Pseudomonas aeruginosa Secara In Vitro. J. Vet., 20(3), 298-303.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu