Juliana Evawati: Perempuan Harus Menjelma Menjadi Kartini Masa Kini

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
JULIANA Evawati saat sedang menyampaikan materinya di Aula Dharmawangsa Lt.8 RS Universitas Airlangga, pada Sabtu (23/11/2019). (Foto: Rissa Ayu F)

UNAIR NEWS – Women Hero 4.0 merupakan acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan (PP) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Airlangga (BEM UNAIR) pada Sabtu, (23/11/2019) di Aula Dharmawangsa Lt.8 RS Universitas Airlangga.

Acara yang mengusung tema “Perempuan Inklusif : Women Empowered, Empower Women” tersebut mengundang beberapa narasumber yang kompeten dalam bidangnya sebagai representasi perempuan hebat yakni Dr. Sri Sumarni, S. K. M., M.Si. selaku Dosen dan Peneliti Universitas Airlangga, Dr. Pinky Saptandari EP, Dra., MA. seorang Pemerhati Perempuan dan Gender, Evilita Andriani sebagai Founder dan CEO PT Ojek Syar’i Indonesia, dan Juliana Evawati S.H., M.Kn selaku DPRD Kota Surabaya tahun 2019-2024.

“Perempuan harus berani kalau kata orang Surabaya wani rek (red: berani rek), mungkin dari temen-temen masih ada yang ragu tentang dirinya merasa kecil karena kita perempuan. Jangan, saya di sini sebagai bukti bahwa perempuan bisa untuk menjadi apa pun yang dia mau,” ujar Jeje panggilan akrabnya.

Jeje merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya termuda, gadis alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga angkatan 2010 tersebut mengatakan bahwa perempuan kini tidak lagi terbelenggu dalam stigma namun harus berani menyuarakan apa yang dia inginkan. Partisipasi perempuan dalam dunia politik telah ditunggu banyak orang, karena perempuanlah yang harus maju untuk memperjuangkan kepentingan kaumnya.

“Kita harus menjelma menjadi Kartini masa kini, sebenarnya perempuan telah mendapat banyak ruang untuk berkarya salah satunya dalam dunia politik. Saat ini dalam DPRD Kota Surabaya 30% lebih adalah perempuan, jadi untuk teman-teman perempuan jangan takut untuk terjun dalam dunia politik,” tambahanya.

Keinginan menjadi representasi perempuan dalam dunia politik Jeje ungkap berawal keresahannya melihat lingkungan sekitarnya yang didominasi laki-laki dan kebijakan yang mengatur tentang kepentingan perempuan tak kunjung mendapat kepastian. Hal tersebut mendorongnya untuk dapat menjadi inisiator perempuan termuda yang mampu menembus DPRD Kota Surabaya, sehingga suara perempuan dapat lebih terangkat.

“Perlahan program yang saya bawa ingin mengentaskan perempuan dari kebodohan, kemiskinan, dan memerangi ketidakadilan pada perempuan. Saya percaya bahwa perempuan di era ini tidak ada yang bodoh karena masing-masing perempuan memiliki kreatifitasnya sendiri dalam pengaktualisasian diri,”pungkasnya.

Jeje berharap dengan berbagai kesempatan dan akses terhadap pengetahuan para perempuan dapat berdikari, mewujudkan cita-citanya dan tidak lagi hidup dalam belenggu ketidak berdayaan. (*)

Penulis: Rissa Ayu F

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu