Ryanka Raih Mawapres FKH dari PSDKU

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ryanka Edila Mawapres FKH dari angkatan 2018. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Program penjaringan dan pemilihan Mahasiswa berpretasi (Mawapres) merupakan suatu hal yang sangat dinantikan oleh para mahasiswa. Program yang dilaksanakan mulai dari tingkat fakultas, universitas dan nasional setiap tahunnya menjadi suatu hal yang patut diperbincangkan. Mawapres ialah mahasiswa yang berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik, dan lebih ditekankan kepada mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik baik.

Pada tahun 2019 ini, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga kembali mengadakan pemilihan Mawapres Fakultas. Dari beberapa tahap seleksi dan penjurian terpilihlah tiga orang Mawapres dari masing-masing angkatan, Muhammad Aulia R. dari angkatan 2016, Sri Wahyuni dari angkatan 2017 dan RyankaEdila dari angkatan 2018.

Ryanka sebagai Mawapres FKH angkatan 2018 merupakan mahasiswa aktif FKH PSDKU UNAIR di Banyuwangi. Ditemui UNAIR NEWS, mahasiswa asal kota Padang ini menjelaskan beberapa persiapannya dalam menjalani proses seleksi Mawapres tersebut. “Mulai dari persiapan awal, berkas, LKTI dan lainnya, Alhamdulillah membuahkan hasil yang maksimal,” jelas Ryanka.

Ryanka menyebut, dalam proses seleksi Mawapres ini, berbagai kendala memang cukup terasa terutama harus bolak-balik dari Banyuwangi ke Surabaya, namun hal itu tidak menyulutkan semangatnya untuk terus maju.

Sejak duduk di bangku SMA, Ryanka sudah aktif dalam dunia kepenulisan. Ikut terlibat di sekolah dalam organisasi khusus menulis, sehingga pada saat SMA, Ryanka terpilih sebagai duta baca Provinsi Sumatera Barat.

Untuk tema LKTI yang ia angkat dalam seleksi Mawapres ini yaitu upaya membantu pemerintah dalam mewujudkan Sustainable Development Goals atau SDGs 2030 khususnya dalam bidang satwa laut yaitu upaya untuk penangkaran penyu lekang dengan cara membuat anti fungal dan anti jamur.

Upaya tersebut menjadi solusi dalam masalah penetasan penyu lekang di sarang penetasan semi alami. “Jamur merupakan salah satu faktor kegagalan dalam penetasan penyu lekang di penangkaran ataupun di alam bebas,” tandasnya.

Rencana kedepannya yaitupersiapan menuju pemilihan Mawapres Universitas. “Tentunya tantangan akan semakin berat, menjadi mawapres merupakan amanah dan tanggungjawab yang besar bagi saya,” ujar Ryanka. “Dukungan dari keluarga, rekan-rekan mahasiswa dan dosen sangat ia butuhkan, sehingga nantinya dapat mengharumkan nama Fakultas Kedokteran Hewan”. Pungkasnya. (*)

Penulis : Muhammad Suryadiningrat

Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu