Perbandingan Tingkat Total Serum Meningokokus Spesifik IgG pada Lansia dan Dewasa Muda Usai Vaksinasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi meningitis meningokokus. (Sumber: Pengertian ILMU)

Lansia memiliki masalah kesehatan sendiri karena penurunan fungsional pada organ-organ, termasuk sistem kekebalan tubuh yang berkaitan dengan usia dikenal sebagai immunosenescence. Ini ditandai dengan penurunan alami dan adaptif fungsi kekebalan tubuh, yang menghasilkan kerusakan progresif dalam kemampuan untuk melawan infeksi, dan penurunan respon terhadap vaksinasi.

Para lansia yang menjadi jamaah haji atau umrah memiliki risiko infeksi meningokokus yang tinggi karena mereka akan berkumpul dengan peziarah lain dari Sub-Sarahan Afrika (daerah sabuk meningitis) pada saat sama ditempat tertentu. Iklim juga mendukung penyebaran meningokokus dan Arab Saudi adalah negara endemik meningokokus.

Ada beberapa kekhawatiran efektivitas vaksinasi meningokokus dari jamaah haji atau umrah lanjut usia dari Indonesia. Vaksinasi yang tidak menghasilkan respons maksimal pada orang tua akan menyebabkan tingginya tingkat infeksi. Infeksi juga akan memicu eksaserbasi penyakit yang mendasari penyebab utama morbiditas, kematian, serta ketergantungan dan rawat inap, yang mengakibatkan peningkatan biaya medis.

Wabah meningokokal terjadi beberapa kali di Arab Saudi pada tahun 1987, 2000, dan 2001, menjadikan pemerintah Arab Saudi mewajibkan semua jamaah haji dan umrah untuk vaksin meningokokus. Jumlah infeksi meningokokus pada orang tua kurang dari populasi umum, tetapi korban tewas naik menjadi 32% dibandingkan dengan angka kematian pada usia muda yang hanya 5%.

Salah satu cara untuk menilai kehadiran immunosenescence adalah untuk mengukur kadar antibodi yang diproduksi setelah pemberian vaksin dan dibandingkan dengan kelompok dewasa muda. Di Indonesia, saat ini belum ada penelitian yang menilai efek immunosenescence terhadap vaksinasi lansia, meskipun vaksin ini telah digunakan untuk vaksinasi jamaah haji dan umrah Indonesia.

Berdasarkan dari gambaran di atas, peniliti dari Departemen penyakit dalam, Fakultas Kedokteran, RSUD Dr. Soetomo, Universitas Airlangga berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya di salah satu jurnal Internasional terkemuka, yaitu New Armenian. Penelitian tersebut berfokus untuk membandingkan perubahan tingkat total serum meningokokus IgG pada lansia dan dewasa muda sebelum dan sesudah vaksinasi meningokokus. Riset tersebut menegaskan bahwa vaksin ini efektif dan tidak ada efek samping yang dilaporkan oleh subjek.

Salah satu kesimpulan penting yang dapat diambil berdasarkan penelitian ini yaitu dibandingkan dengan orang dewasa muda, peningkatan tingkat total serum meningokokus spesifik IgG setelah vaksinasi meningokokus pada kelompok lansia secara signifikan lebih rendah, ini memastikan adanya efek pada immunosenescence.

Penelitian ini telah memastikan pengaruh immunosenescence pada tingkat meningokokus spesifik IgG pada lansia setelah vaksinasi. Meskipun kelompok lansia dan dewasa muda dalam penelitian ini mengalami peningkatan yang signifikan pada tingkat spesifik IgG sebelum dan sesudah vaksinasi, besarnya perubahan antibody pada lansia jauh lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa muda. Ini menunjukkan penurunan potensi produksi antibody pada lansia sebagai respons untuk vaksinasi.

Penelitian ini tidak menemukan studi lain yang membandingkan efektivitas MenACWY-CRM197 pada kelompok lansia dan dewasa muda. Mungkin karena vaksinasi meningokokus tidak dianjurkan secara rutin untuk populasi lansia, kecuali orang yang mau bepergian ke daerah sabuk meningitis. Salah satu jalan untuk menilai immunosenescence adalah untuk menguji kemampuan lansia menghasilkan antibody setelah pemberian vaksin.

Vaksinasi adalah salah satu strategi paling sukses untuk merangsang sistem kekebalan tubuh dalam upaya untuk mengurangi angka jumlah penyakit dan kematian dari penyakit menular. Meski setiap proses dan komponen respon imun adaptif dapat dievaluasi, antibodi adalah produk akhir dari vaksinasi yang dapat dievaluasi dengan mudah dan murah.

Tujuan vaksinasi pada lansia berbeda dengan vaksinasi pada anak yang bertujuan untuk menghilangkan timbulnya infeksi seperti campak dan polio. Vaksinasi pada lansia biasanya bertujuan untuk mengurangi keparahan penyakit menular, mengurangi eksaserbasi penyakit kronis yang mendasarinya, mengurangi penurunan fungsional dan kelemahan, perawatan rumah sakit, dan kematian.

Dengan bertambahnya usia, maka efek dari immunosenescense juga akan mendalam, membutuhkan strategi terpisah untuk respon vaksinasi yang diharapkan pada lansia. Upaya telah dilakukan seperti menggunakan peningkatan dosis vaksin, penggunaan komponen antigen yang lebih imunogenik, perbaikan dalam teknik administrasi vaksin, dan penggunaan bahan pembantu dan imunomodulator.

Jemaah haji dan umrah diharuskan melakukan vaksinasi meningokokal sebelum keberangkatan ke Saudi. Semakin banyak orang Indonesia berangkat haji atau umrah, mencapai ke 817.000 individu setiap tahun. Dengan angka sebesar itu, Indonesia adalah pangsa pasar yang besar untuk vaksin meningokokus. Hal ini tentu perlu dievaluasi efektivitas dan efek samping vaksin meningokokus dalam populasi Indonesia. Vaksin meningokokal Vaksin MenACWY-CRM197 digunakan di Indonesia hanya berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dalam populasi Barat. (*)

Penulis: Gatot Soegiarto 

Informasi detail dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel kami di New Armenian Medical Journal berikut

https://ysmu.am/website/documentation/files/a9eb7bfe.pdf

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu