Nur Cholis: Jangan Tersentuh dengan Makanan Murah, Biaya Berobat Lebih Mahal

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
CEO Mushroom Factory Indonesia, Nur Cholis Imam Hanifa saat menjelaskan pentingnya penjualan makanan yang higienis dalam seminar Airlangga Entrepreneur Club, pada Kamis (22-11-2019). (Foto: Nikmatus Sholikhah)

UNAIR NEWS- Penjualan makanan yang banyak menggunakan zat berbahaya, bahan baku tidak sesuai standard kesehatan, dan proses pengolahan yang tidak higienis sudah banyak ditemukan di Indonesia. Padahal Undang-Undang Indonesia sudah mengatur dalam Pasal 111 ayat (1) yang berbunyi “makanan dan minuman yang dipergunakan untuk masyarakat harus didasarkan pada standard atau persyaratan kesehatan.” Melihat hal itu, Nur Cholis Imam Hanifa sebagai CEO Mushroom Factory Indonesia dalam seminar Airlangga Entrepreneur Club pada Kamis (21/11/2019) menekankan bahwa pelaku bisnis kuliner harus memperhatikan kebersihan makanan yang dijual.

Alumni Prodi Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) itu menjelaskan bahwa ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk meminimalisir banyaknya pengusaha makanan yang memperjualkan produk kurang sehat untuk dikonsumsi. Pertama, harus ada paksaan dari pemerintah supaya penjual makanan mematuhi peraturan yang ada. Setelah itu, langkah kedua adalah mengadakan pelatihan kepada seluruh penjual makanan tentang bahan-bahan apa saja yang diperbolehkan untuk dicampur pada makanan, berapa maksimum takaran bahan itu harus digunakan, dan cara pengolahan yang sehat.

“Bagi penjual lainnya atau orang-orang sekitar yang sudah faham mengenai hal itu juga harus ikut melakukan edukasi dan mengingatkan kepada para pelaku bisnis kuliner tentang pentingnya menjual makanan yang higienis,” terangnya.

Sebagai salah satu orang yang juga berkecimpung dalam usaha kuliner, Cholis menerangkan bahwa ada beberapa tahapan yang harus dilakukan para penjual makanan sebelum memasarkan produknya. Menurutnya, produksi yang dilakukan harus sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP), mengurangi penggunaan Bahan Tambahan Makanan (BTM), melakukan pengawasan pengolahan dari awal hingga akhir untuk menjaga agar makanan tetap higienis dan sehat.

Bagi para pembeli sebagai konsumen jajan yang dipasarkan, Cholis berpesan agar lebih berhati-hati dan menyaring makanan yang ingin dibelinya. Hal paling mudah yang dapat dilakukan pembeli adalah mengetahui harga wajar makanan tersebut di pasaran. Karena hal itu dikhawatikan makanan yang dijual dengan harga murah di dalamnya mengandung bahan-bahan yang tidak baik untuk kesehatan tubuh.

“Jangan mudah tergiur dan tersentuh dengan makanan murah, karena biaya berobat setelah tubuh kita terkontaminasi dengan bahan berbahaya dalam makanan itu jauh lebih mahal,” pungkasnya.

Penulis : Nikmatus Sholikhah

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu