Tingkatkan Kualitas IPE, UNAIR Gandeng Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dr. Kohar Hari Santoso, dr., SpAn.,KAP.,KIC dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur saat menerima cindermata. (Foto: M. Alif Fauzan)

UNAIR NEWS – Interprofessional Education (IPE) yang digagas oleh Direktorat Pendidikan Universitas Airlangga, terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas. Usai melangsungkan berbagai kerja sama dengan banyak pihak, kini UNAIR melalui Direktorat Pendidikan UNAIR melakukan Lokakarya Formulasi Program Interprofessional Education (IPE) dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Bertempat di Ruang 301 Kahuripan, acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso Ph.D., pada Kamis (21/11). Dalam kesempatan itu, Prof. Djoko mengatakan bahwa di era disrupsi, peforma perguruan tinggi bisa semakin mencuat dan juga bisa tenggelam. Hal itu, tambahnya, tergantung kecepatan civitas dalam perguruan tinggi dalam merespon perubahan yang begitu cepat.

“Terlebih bagi IPE yang menjadi sarana hubungan subjek ke subjek. Namun, meski demikian kemajuan teknologi ini hanya dukungan. Sehebat apapun teknologi tergantung manusianya,” tandasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan itu, hadir pula Direktur Pendidikan Prof. Bambang Sektiari. Dalam paparan pembuka, Prof. Bambang mengatakan meski pembekalan yang akan dilaksanakan adalah di bidang kesehatan, pihaknya menegaskan bahwa UNAIR memiliki modal besar dari lintas keilmuan yang lain.

“Tentu dengan ini, kita ingin IPE lebih efektif dan efisien. Dan semoga dengan ini bisa melahirkan lulusan yang bisa memiliki skill untuk menyelesaikan permasalahan yang sangat beragam,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dr. Kohar Hari Santoso, dr., SpAn.,KAP.,KIC dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur hadir sebagai pemateri. Mengusung topik “Sinergi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur – Universitas Airlangga dalam Implementasi Interprofessional Education menuju Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakaf’, Kohar yang juga alumnus FK UNAIR itu membuka paparan dengan menegaskan bahwa tim yang solid adalah kebutuhan.

“Selain itu, dibutuhkan tenaga kesehatan dibutuhkan ahlak dan sikap yang baik, ilmu yang memadai, dan cekatan melakukan tindakan,” jelasnya.

Selanjutnya, ia juga menegaskan bahwa di era disrupsi, dengan IT yang sangat cepat masuk, sangat dibutuhkan wawasan yang tepat untuk bisa mengisi dan menyesuaikan tantangan yang ada. Terlebih bagi tenaga kesehatan.

Penulis: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu