Ilmuan: Inilah Kondisi Muara Sungai Wonorejo dan Akumulasi Sampah Plastiknya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Ekosistem laut memiliki masalah polusi utama yaitu keberadaan sampah plastik, dikategorikan sebagai polutan laut persisten yang dapat bertahan selama lebih dari 100 tahun di lingkungan. Partikel plastik kecil sangat berbahaya bagi organisme hidup dibuktikan dengan penelitian terdahulu yang berhasil membuktikan bahwa partikel plastik kecil ditemukan di dalam organisme hidup, terutama biota laut.

Untuk mencegah polusi laut yang parah, muara dan daerah garis pantai sering dibersihkan secara manual dari plastikdengan proses pembersihan dan jadwal dilakukan tanpa mempertimbangkan efek variasi musiman pada akumulasi plastik di muara. Oleh karena itu, Muhammad Fauzul Imron S.T., M.T. bersama tim melakukan riset untuk menganalisis pengaruh variasi musiman di Indonesia terhadap akumulasi sampah plastik di muara Sungai Wonorejo di Surabaya.

“Hasil yang didapatkan nantinya memberikaninformasiterkait fluktuasi akumulasi plastik selama musim kemarau dan hujan. Selain itu, hasilnya juga dapat digunakan untuk pertimbangan lebih lanjut pemerintah lokal dalam memilih waktu yang tepat dan tepat untuk melakukan pembersihan plastik di muara,” jelas dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

Sampel pada musim kemarau dan hujan, lanjutnya, dikumpulkan dari bulan Agustus hingga September 2018 dan dari bulan Desember 2018 hingga Januari 2019. Muara Wonorejo dikategorikan sebagai daerah pasang diurnal. Semua sampel dikumpulkan selama tingkat air pasang Selat Madura sekitar pukul 11.00 hingga 14.00, ketika daerah intertidal ditutupi dengan air laut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa VPD (Visible Plastic Debris) yang dikumpulkan dari titik pengmabilan sampel diketahui bahwa jumlah secara signifikan lebih tinggi selama musim hujan daripada di musim kemarau. VPD dikumpulkan selama air pasang tingkat tinggi karena banyak puing-puing plastik dan bahan apung lainnya dibawa oleh gelombang pasang tinggi.

“Proses pembersihan manual VPD di muara disarankan sering selama musim hujan untuk mendapatkan efisiensi tinggi dalam hasil pembersihan. Pembersihan di muara sungai atau sepanjang aliran sungai tidak disarankan karena pergerakan massa mengambang (termasuk puing-puing plastik) yang membuat pengumpulan VPD sulit dan kurang efisien,” pungkasnya.

Penulis : Dian Putri Apriliani

Editor : Nuri Hermawan

Link : https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S2352186419303207

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu