Dosen UNAIR Ungkap Bahaya Plastik Jika Dikonsumsi Tubuh

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR, Lita Rakhma Yustinasari drh., M.Vet., menanggapi fenomena plastik yang sengaja ditambahkan pada makanan.  Melalui penelitian yang dia lakukan, ternyata mengkonsumsi plastik berbahaya bagi usus halus. “Paparan residu plastik polypropylene dapat menyebabkan kerusakan usus halus berupa deskuamasi hingga erosi lapisan epitel dan meningkatkan infiltrasi sel-sel inflamasi,” ungkapnya.

Di Indonesia, plastik seringkali ditambahkan saat menggoreng makanan untuk menghasilkan gorengan yang renyah dalam waktu lama. Berdasarkan penelitian yang dia lakukan, setidaknya terdapat empat jenis senyawa plastik yang ditemukan dari berbagai sampel gorengan di Padang. “Senyawa ini berbahaya karena tidak terurai oleh enzim, sehingga menyebabkan iritasi serius,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa tubuh manusia akan merespon senyawa plastik ketika masuk ke dalam tubuh. “Tubuh akan mengerahkan unsur-unsur sistem kekebalannya terhadap benda asing dan mikroorganisme yang memasuki tubuh atau jaringan yang rusak,” paparnya.

Lita melanjutkan, mikroplastik akan terakumulasi di hati, ginjal, dan usus. Selain itu, hal tersebut dapat memicu terjadinya peningkatan level molekul yang mungkin beracun bagi otak. “Mikropartikel plastik akan diserap oleh tubuh sebagai zat asing sehingga menyebabkan kerusakan pada lapisan epitel mukosa usus halus dan merangsang sel-sel inflamasi pada vili usus,” jelas dia.

Lebih parah, lanjutnya, makanan yang digoreng dengan minyak goreng yang mengandung plastik polypropylene akan menghasilkan zat benzena. “Benzena ini berbahaya karena dapat menyebabkan beberapa penyakit akut dan kronis jika masuk ke tubuh,”.

Meskipun tubuh memerlukan zat benzena sebagai metabolisme, namun benzena dapat memicu pembentukan reaksi radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. Pembentukan reaksi radikal bebas sendiri dapat menyebabkan stres pada mitokondria dan secara langsung dapat merusak target molekuler, seperti DNA, lipid dan protein. Sehingga mengganggu metabolisme sel dan memicu iritasi, apabila terjadi dalam waktu lama dapat menyebabkan apoptosis. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Nuri Hermawan

Reference :

L. Rakhma Yustinasari, et al. (2019). Effect of Polypropylene Plastic Residue on Histopathological Changes of the Small Intestine in Rattus Norvegicus. Indian Vet. J., 96 (07) : 43 – 45

Link : http://ivj.org.in/users/members/viewarticles.aspx?ArticleView=1&ArticleID=8927

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu