Mahasiswa Vokasi Jadi Juara Gara-Gara Gagas Obat HIV dan Ciptakan Teh Antikolesterol

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
(DARI kiri) Ahmad Rinaldi (2017); Zidny Sinariana Difa (2017) mahasiswa Prodi Teknologi Laboratorium Medis ketika menerima penghargaan pada Olimpiade Vokasi Indonesia 2019 (8/10/2019) di Undip. (Foto: Istimewa)
(DARI kiri) Ahmad Rinaldi (2017); Zidny Sinariana Difa (2017) mahasiswa Prodi Teknologi Laboratorium Medis ketika menerima penghargaan pada Olimpiade Vokasi Indonesia 2019 (8/10/2019) di Undip. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Penyakit HIV hingga kinimasih menjadi PR bagi Indonesia. HIV menyebabkan banyak komplikasi penyakit karena melemahnya sistem imun penderita. Sehingga diperlukan solusi untuk menekan tingginya angka prevalensi & kematian akibat HIV/AIDS.

Hal itulah yang menggerakkan Ahmad Rinaldi (2017) dan Zidny Sinariana Difa (2017), mahasiswa Fakultas Vokasi (FV) UNAIR untuk mengembangkan suatu inovasi terapi antiretroviral anti-HIV. Inovasi tersebut bernama IM-B-Actin (Immunomodulator Banlec-centella actin).

“Ini merupakan suatu produk Fixed Dose Combinati (FDC) yang bekerja sebagai blocking viral entry HIV dan meningkatkan sistem imunitas pasien HIV,” ujar Ahmad Rinaldi.

Aldi, akrabnya disapa, mengatakan bahwa bahan yang digunakan pada obat adalah senyawa aktif dari ekstraksi pisang Musa Acuminata dan ekstrak Pegagan. Inovasi tersebut dikembangkan dengan teknologi nanopartikel mikroenkapsulasi.

“Inovasi ini adalah obat anti-HIV berwujud kapsul. Senyawa aktif dalam kapsul akan bekerja menghambat virus HIV”, ungkapnya.

Selain itu, tambah dia, obat tersebut juga bekerja sebagai Immunomodulator yang memicu peningkatan sistem imunitas pasien sehingga kembali normal. “Obat ini dapat dijadikan modalitas terapi yang menjanjikan apabila sudah berhasil dikaji karakteristiknya lebih mendalam dan dipatenkan,” ujarnya.

Saat ini produk tersebut masih dalam tahap pengembangan. Meskipun begitu, Aldi mengatakan bahwa dia dan tim tengah mempersiapkan penetapan Angka Kecukupan Gizi (AKG) obat tersebut.

“Sejak awal saya terpikirkan untuk angkat topik ini mengingat HIV/AIDS bukan lagi problematika individu, tapi bagi kita semua. Saya berharap HIV/AIDS kembali diperhatikan dan terus dikembangkan treatmentnya,” tandas Aldi.

Perlu diketahui, ide tersebut mereka tuangkan menjadi Karya Tulis Ilmiah dan berhasil menyandang juara I di ajang Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) 2019 pada kategori LKTI. Bukan hanya itu, inovasi Teh Anti Kolesterol dari daun Kedaung yang digagas oleh tiga mahasiswa FV lainnya, yakni Zahro Giantika W. (2019); Tata Cahyani N. (2019); Salshabilla Prashinta P. M. (2019) juga berhasil meraih juara III pada gelaran OLIVIA 2019. (*)

Penulis: Erika Eight Novanty

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu