Kaprodi Kedokteran Hewan Banyuwangi, Teliti Kencur Sebagai Obat Penghambat Sel Kanker

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh. Pertumbuhan sel abnormal tersebut, dapat merusak sel normal di sekitarnya dan di bagian tubuh yang lain. Selain itu, kanker tercatat sebagai penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia. Karena umumnya, penyakit tersebut tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya, sehingga baru terdeteksi dan bisa diobati setelah mencapai stadium lanjut atau biasa disebut dengan tumor.

Menanggapi hal tersebut, salah satu Dosen Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR, sekaligus Kepala Program Studi Kedokteran Hewan PSDKU Banyuwangi, Dr. Iwan Sahrial Hamid, drh., M.Si., berusaha mencari bahan alternatif alami untuk menghambat atau bahkan menghancurkan sel kanker yang telah menyerang tubuh makhluk hidup.

“Berdasarkan penelitian terdahulu saya bersama tim, diketahui ada salah satu bahan alami yang berpotensi memiliki aktivitas dalam menghambat tumor, yaitu kencur,” ujar dosen yang kerap disapa drh. Iwan tersebut.

Kencur yang memiliki nama latin Kaempferia galanga L.tersebut, tidak hanya digunakan sebagai bumbu masakan saja. Namun di tangan drh. Iwan, kencur dapat termanfaatkan sebagai bahan alami yang mampu mengambat proses terbentuknya tumor di tubuh makhluk hidup, terutama manusia dan hewan.

“Peran kencur pada penelitian saya ini yaitu sebagai penghambat angiogenesis, dimana angiogenesis merupakan proses yang mensukseskan terbentuknya sel kanker di dalam tubuh,” jelasnya.

Angiogenesis merupakan proses pembentukan pembuluh darah baru dalam tubuh makhluk hidup, dan merupakan proses alamiah yang berperan penting dalam penyembuhan luka dan reproduksi. Angiogenesis berperan penting dalam pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Sebab,pasokan darah diperlukan bagi tumor untuk tumbuh. Sehingga, upaya menghambat proses angiogenesis berjalan searah dengan proses menghambat pertumbuhan sel kanker.

Penelitian terkait upaya menghambat sel kanker yang dilakukan drh. Iwan bersama tim tersebut, menggunakan bahan uji berupa telur ayam berembrio (TAB) yang telah ditambahkan berbagai bahan uji dan tentunya ekstrak kencur.

“Setelah kami siapkan TAB yang telah mengalami angiogenesis, kemudian kami tambahkan ekstrak kencur, hasilnya sesuai ekspektasi kami, bahwa kencur memang mampu menghambat proses angiogenesis, sehingga juga pasti mampu menghambat sek kanker nantinya,” ungkap drh. Iwan.

Menurut drh. Iwan, pemanfaatan dan pengkajian bahan kencur sebagai obat alami dalam pencegahan dan pengobatan penyakit tumor perlu dilanjutkan, apalagi perkembangbiakan dan kandungan aktif kencur cukup tinggi, serta penelitian terkait hal tersebut masih sedikit yang telah dilaporkan, sehingga prospek kencur sebagai obat alami penyakit tumor yang dibutuhkan oleh masyarakat sangat memungkinkan. (*)

Penulis: Bastian Ragas

Editor: Nuri Hermawan

Sumber :Iwan Sahrial Hamid, Juni Ekowati,  Muhammad Thohawi Elziyad Purnama. 2019.Kaempferia galanga L. Inhibiting Effect on Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) and Cyclooxygenase-2 (Cox-2) Expression on Endothelium of Chorioallantoic Membrane. Indian Vet. J., September 2019, 96 (09) : 80 – 82.

http://www.veterinaryworld.org/Vol.12/August-2019/25.html.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu