Ilmuan UNAIR: Akupunktur Solusi Kembalikan Fungsi Reproduksi Hewan Pejantan Saat Global Warming

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Extreme heat merupakan suatu kondisi temperatur tinggi yang disebabkan oleh lingkungan, pemanasan, dan sinar matahari langsung.” Berikut adalah petikan dari paparan riset yang dilakukan oleh Muhammad Thohawi Elziyad Purnama, drh., M.Si., dan tim. Menurutnya, extreme heat juga bisa disebut suhu tinggi abnormal yang memiliki potensi besar terjadi di Indonesia mengingat secara letak geografis berada pada iklim tropis.

Tidak hanya itu, dosen yang akrab disapa Thohawi itu menjelaskan bahwa masalah infertilitas sering dihadapi oleh hewan dewasa dan bila tidak ditangani segera akan berdampak sterilitas pada organ reproduksi. Gangguan infertilitas, imbuhnya, juga dialami oleh ternak yang bernilai ekonomis di Indonesia sehingga berdampak pada menurunnya kualitas dan kuantitas sektor peternakan.

“Salah satu penyebab infertilitas yang paling utama selain penyakit infeksi adalah disebabkan oleh suhu ekstrem akibat global warming yang mempengaruhi sistem reproduksi ternak,” ungkapnya.

Mengenai hal tersebut, ia dan tim telah menemukan suatu terobosan untuk mengurangi efek extreme heat dengan metode akupunktur. Titik akupunktur pada wei-jian, ming-men dan sanyin-jiao, jelasnya,merupakan pusat kendali organ reproduksi.

“Hasil penelitian membuktikan bahwa morfologi spermatozoa yang mayoritas normal, 70%-80% spermatozoa bergerak aktif, gerak individu progresif, dan konsentrasi densum,” tandasnya.

Selanjutnya, ia juga mengatakan bahwa hasil pada penelitian hewan yang hanya dipapar extreme heat tanpa pemberian terapi akupuntur, kualitas spermatozoa paling rendah dengan gerak massa kurang dari 20%, gerak individu mundur bahkan tidak bergerak, dan konsentrasi sangat sedikit. Terapi akupuntur yang diharapkan, lanjutnya, dapat memperbaiki kualitas spermatozoa dapat dianjurkan yang tampak pada perbaikan gerak massa mencapai 70-80%, gerak individu kembali progresif, dan konsentrasi semi densum.

“Terapi akupuntur mengindikasikan adanya perbaikan dan regenerasi sel germinal sehingga penurunan kualitas spermatozoa sebagai dampak paparan extreme heat dapat dirangsang siklus pematangannya,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Khefti Al Mawalia

Referensi:

http://ivj.org.in/users/members/viewarticles.aspx?Y=2019&I=794#

Purnama, M.T.E., Rahmaningtyas, I.H., Putri, A.S., Lee, A.S.I., Tatimma, F.N., Masyitoh, H. 2019. Acupuncture could increase spermatogonic cells in albino rats exposed to heat stroke. Ind. Vet. J., 96(10), 30-32.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu