Pasca Ekstirpasi Jaringan Pulpa Gigi Melalui Pendekatan Neuroimunologi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh dictio comunity

Salah satu perawatan yang dapat dilakukan untuk karies gigi yang telah mengenai jaringan saraf gigiatau jaringan pulpa adalah dengan perawatan saluran akar atau perawatan endodontik. Perawatan saluran akar memiliki berbagai tahapan, yakni preparasi, sterilisasi dan pengisian saluran akar yang harus dilakukan secara berurutan.Pada tahap preparasi saluran akar terdapat tahapan yang dinamakan ekstirpasi jaringan pulpa. Ekstirpasi jaringan pulpa adalah pengambilan jaringan pulpa yang sudah terinfeksi yang ada di dalam saluran akar. Pada saat perawatan saluran akar dapat terjadi yang namanya flare up.Flare up adalah terjadinya rasa nyeri, bengkak atau keduanya selama perawatan saluran akar yang menyebabkan pasien melakukan kunjungan yang tidak terjadwal ke dokter gigi. Rasa nyeri yang hebat atau pembengkaan pada saat perawatan saluran akar merupakan masalah yang serius.

Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan di luar negeri, kejadian flare up berkisar antara 3,17% – 80% selama perawatan saluran akar. Apabila flare up ini dihubungkan dengan diagnosa jaringan pulpa, ternyata menurut penelitian yang telah dilakukan hasilnya masih brbeda-beda. Ada yang mengatakan penyebab flare up adalah gigi yang terdiagnosa sebagai pulpitis irreversible, ada yang mengatakan penyebab flare up adalah gigi yang terdiagnosa sebagai nekrosis pulpa ada juga yang mengatakan penyebab flare up adalah gigi yang terdiagnosa sebagai gigi vital. Ternyata hubungan antara terjadinya flare up dengan diagnosa jaringan pulpa masih kontroversi. Tujuan penelitian ini adalahmenganalisa terjadinya flare up secara imunohistokimia pada jaringan pulpa gigi vital dengan ekstirpasi jaringan pulpa dan dengan pemberian LPS dilanjutkan dengan ekstirpasi jaringan pulpa melalui pendekatan neuroimunologi berdasarkan ekspresi NaV-1.7 pada sel saraf dan ekspresi HSP-70, TNF-α pada sel makrofag.

Penelitian ini adalah eksperimental laboratorium dilakukan dengan menggunakan 15 tikus Spraque Dawley sebagai subyek yang dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari masing-masing lima subjek yaitu: kelompok kontrol, kelompok ekstirpasi jaringan pulpa, dan kelompok pemberian LPS dilanjutkan ekstirpasi jaringan pulpa. Sampel diambil dari daerah apikal gigi insisivus rahang bawah dan diperiksa menggunakan metode imunohistokimia.Terdapat perbedaan peningkatan yang bermakna pada ekspresi NaV-1.7, HSP-70, dan TNF-a antara kelompok perlakuan dan kontrol (p <0,05), sedangkan pada kelompok dengan intervensi LPS terdapat peningkatan yang bermakna pada HSP-70 sedangkan ekspresi NaV-1.7 dan TNF-a terjadi penurunan yang bermakna. Ekstirpasi jaringan pulpa akan menyebabkan respon flare up yang lebih tinggi pada gigi vital dibandingkan dengan gigi vital yang mengalami keradangan.

Penulis: Galih Sampoerno, Jenny Sunariani, Kuntaman

Informasi detail dari riset dapat dilihat pada:

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1013905219306479

Galih Sampoerno, Jenny Sunariani, Kuntaman (2019). Expression of NaV-1.7, TNF-a and HSP-70 inexperimental flare-up post-extirpated dental pulptissue through a neuroimmunological approach. The Saudi Dental Journal.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu