Inilah Efek Perlindungan Ekstrak Etanol Daun Polygonum Minus

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh apoteker anda

Paparan Kadmium (Cd) melalui konsumsi air yang terkontaminasi, makanan, dan melalui penghirupan oleh polusi udara dapat merusak sistem kardiovaskular dengan mempromosikan kerusakan endotel yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada infeksi, cedera pembuluh darah dan aterosklerosis (Almenara et al., 2013). Polygonum minus memiliki kandungan polifenol, vitamin C dan β karoten yang tinggi. Lebih jauh lagi, tanaman ini memiliki etinavonoid bernama quercetin yang terhubung dengan aktivitas antioksidan (Ghazali et al., 2014). Oleh karena itu, percobaan ini dilakukan untuk mempelajari efek perlindungan dari ekstrak etanol daun Polygonum minus pada histopatologi aorta yang diinduksi kadmium klorida pada mencit.

Tiga puluh mencit jantan (Mus musculus) dengan berat rata-rata 25-35 gram dialokasikan secara acak ke dalam lima kelompok perlakuan (K-, K+, T1, T2, dan T3). Kelompok perlakuan diberi ekstrak etanol daun Polygonum minus selama tiga hari sebelum pengobatan. K- diberi CMC Na 0,5% larutan + aquadest (kontrol negatif), K+ diberi CMC Na0,5% larutan + 12 mg/kg bb kadmium klorida (kontrol positif), T1, T2, dan T3 diberikan 200, 400, dan 800 mg/kg bb ekstrak daun Polygonum minus +12 mg/kg bb cadmium chloride. Setelah 21 hari perlakuan, semua hewan dari masing-masing kelompok dikorbankan sesuai prosedur standar. Aorta tikus difiksasi dalam formalin 10%, kemudian dibuat blok parafn, dan diiris pada ketebalan 4 μm, selanjutnya diwarnai dengan Haematoxylin-Eosin. Perubahan histopatologis diamati dan dianalisis secara semi kuantitatif: (1) aterosklerosis (didefinisikan sebagai adanya plak fibrous intima dan/atau atheroma kompleks); (2) adanya sel busa; (3) proliferasi sel otot polos; dan (4) rupturnya sel endotel. Setiap variabel dinilai dari 0 (tidak ada perubahan) sampai 3 (perubahan paling parah). Nilai ditentukan berdasarkan area terburuk yang diamati. Kriteria untuk penilaian histologis digunakan seperti yang diusulkan oleh Ifora et al. (2016). Penjumlahan semua variabel dihitung sebagai skor total dinding aorta. Analisis data dilakukan dengan Kruskal Wallis, dilanjutkan dengan Mann-Whitney U-test.

Kontrol negatif (K-) menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan semua kelompok perlakuan. Meskipun T1 tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kontrol positif (K+), tikus yang diobati dengan ekstrak etanol daun Polygonum minus 400 dan 800 mg/kg bb (T2 dan T3) secara signifikan menampilkan perbaikan dinding aorta (p <0,05) dibandingkan dengan K+. Temuan ini sesuai dengan Aprianti et al. (2017), bahwa ekstrak daun Polygonum minus dapat mengurangi kerusakan yang disebabkan merkuri klorida pada ginjal tikus.

Toksisitas kadmium biasanya terlibat dengan menipisnya GSH seluler dan kelompok sulfhidril terikat protein, mengakibatkan distrubance keseimbangan redoks seluler yang mengarah pada peningkatan produksi ROS (Waisberg et al., 2003; Wang et al., 2004). Selain itu peningkatan pembentukan ROS memicu lipid, protein, dan oksidasi DNA (Oda dan Ashmawy, 2012). Oksigen-LDL tersebut akan difagositosis oleh makrofag yang dikembangkan dari faktor stimulasi koloni makrofag (MCSF) dan berubah menjadi sel busa (Crowther, 2015). Lebih lanjut, makrofag teraktivasi melepaskan zat penarik kemo dan sitokin (protein penarik kemo-monosit, faktor nekrosis tumor α, IL-1, IL-6, CD40 dan protein C-reaktif). Zat tersebut menyebabkan migrasi sel otot polos dari media tunika ke tunica intima (Kumar dan Cannon, 2009). Kemudian akumulasi sel mononuklear, proliferasi sel otot polos pembuluh darah, dan pembentukan jaringan fibrous mengarah ke pembesaran lebih lanjut dan pembentukan lesi yang lebih kompleks (Rudijanto, 2007). Perubahan histopatologi dinding arteri adalah tahap akhir dari proses aterosklerosis, yang dapat dievaluasi.

Kerusakan dinding aorta yang berkurang secara signifikan (p <0,05) dalam penelitian ini dapat dikaitkan dengan flavonoid yang terkandung dalam daun Polygonum minus seperti myricetin, quercetin, asam galat dan asam koumarat (Imelda et al., 2014; Qader et al., 2012). Myricetin dilaporkan menghambat peroksidasi lipid (Hassan et al., 2017), dan peroksidasi DNA (Abalea et al., 1999). Quercetin dapat mencegah peroksidasi lipid yang membantu menjaga integritas membran, menyumbangkan elektron, dan meningkatkan produksi enzim antioksidan seperti superoksida dismutase, katalase, glutathione reductase, dan glutathione-peroxidase (Banjarnahor dan Artanti, 2014). Asam galat dapat melindungi peroksidasi lipid dengan membersihkan radikal bebas dan aktivitas penghambatan peroksidasi lipid (Badhani et al., 2015). Melalui mekanisme ini, produksi ROS oleh cadmium chloride dapat dikurangi sehingga lesi aterosklerosis dapat diperbaiki. 

Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Polygonum minus dapat melindungi dinding aorta terhadap paparan kadmium klorida pada tikus.

Penulis: Lita Rakhma Yustinasari, drh., M.Vet.

Link berikut:

Link Scopus: http://ivj.org.in/users/members/viewarticles.aspx?ArticleView=1&ArticleID=8926 

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu