Ekstrak Daun Ubi Jalar Ungu sebagai Bahan Aktif Potensial Tabir Surya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh bebeja.com

Paparan sinar matahari telah diketahui dapat menyebabkan kerusakan kulit. Radiasi yang dipancarkan oleh sinar ultraviolet (UV) mengandung radikal bebas yang dapat memicu penuaan dini hingga kanker kulit. Penggunaan tabir surya sangat penting untuk melindungi kulit dari bahaya paparan sinar UV. Tabir surya umumnya diformulasikan dari bahan kimia seperti asam amino benzoat (PABA) dan turunannya seperti cinnamates dan benzophene. Penggunaan bahan kimia tersebut efektif terutama pada konsentrasi tinggi, namun berpotensi menimbulkan reaksi iritasi atau alergi. Penambahan bahan alami seperti flavonoid (anthocyanin) diharapkan dapat meminimalisir efek samping.   

Anthocyanin mampu menyerap radiasi elektromagnetik sinar UV sehingga sering digunakan sebagai bahan tabir surya. Ipomoea batatas (L.) Lamk, atau yang dikenal sebagai ubi jalar ungu (variasi Antin-3) telah diketahui memiliki kadar anthocyanin yang tinggi (150,67mg/100g). Ekstrak etanol dari bahan alami ini juga telah terbukti memiliki efek antioksidan sebesar 80,43%, setara dengan vitamin C murni, sehingga dianggap berpotensi menjadi bahan aktif tabir surya yang efektif dengan efek samping minimal. Meskipun demikian,  uji klinis perlu dilakukan untuk mengetahui apakah bahan ini aman digunakan pada kulit manusia atau malah berpotensi menimbulkan reaksi iritasi dan alergi. 

Penelitian pendahuluan ini dilakukan pada tujuh wanita yang memiliki kulit sehat dan memenuhi beberapa syarat lainnya. Patch test (uji tempel) dilakukan pada semua subyek dibawah pengawasan dokter SpKK (spesialis kulit dan kelamin) untuk mengamati kemungkinan reaksi iritasi atau alergi setelah pengolesan bahan kontak. Ekstrak daun ubi jalar ungu yang diujikan dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan usia saat musim panen, yaitu daun muda dan daun tua. Perbedaan usia pada tanaman mempengaruhi kadar anthocyanin, daun muda diketahui memiliki kadar anthocyanin lebih tinggi dibanding daun tua. 

Ekstrak daun muda dan daun tua ubi jalar ungu dibagi menjadi tiga konsentrasi, yaitu 500 mg/kg (50 mg ekstrak dalam 100 g vaseline album), 1000 mg/kg (100 mg ekstrak dalam 100 g vaseline album) dan 5000 mg/kg (500 mg ekstrak dalam 100 g vaseline album). Sebanyak 20 mg dari masing-masing konsentrasi diletakkan pada finn chamber, ditambah vaseline album sebagai bahan pembawa dan finn chamber kosong sebagai kontrol negatif, sehingga total terdapat 8 tempelan (patch) pada setiap subyek.

Uji tempel dilakukan pada punggung bagian kiri atas yang bersih dan kering. Area ini dianggap ideal karena memiliki permukaan luas dan tidak mudah bergerak. Setelah 24 jam, tempelan dilepas lalu area finn chamber diberi tanda. Pengamatan dilanjutkan sebanyak empat kali (24 jam, 48 jam, 72 jam dan 96 jam) untuk melihat potensi reaksi iritasi (indeks iritasi) dan alergi (skor ICDRG). Penelitian ini melaporkan 2 dari 7 subyek yang mengalami reaksi iritasi dan alergi lemah. Subjek 1 mengalami reaksi iritasi lemah (indeks iritasi 0,1 – 0,4) pada tempelan nomor 5 dan 6 yang berisi ekstrak daun tua 1000 & 5000 mg/kg. Subjek 4 mengalami reaksi alergi lemah pada tempelan nomor 5 dan 6 saat pengamatan jam ke 48 dan 72. Reaksi alergi lemah bahkan masih tampak pada pengamatan jam ke 96 (tempelan 6).

Penelitian pendahuluan ini membuktikan bahwa ekstrak ubi jalar ungu variertas antin-3 dari daun muda dengan konsentrasi 500 mg/kg, 1000 mg/kg, dan 5000 mg/kg dan daun tua dengan konsentrasi 500 mg/kg tidak menimbulkan reaksi iritasi dan alergi pada manusia. Reaksi iritasi dan alergi lemah terjadi pada subyek yang mendapat ekstrak daun tua dengan konsentrasi 1000 mg/kg dan 5000 mg/kg. Daun tua memiliki kadar saponin yang lebih tinggi dibanding daun muda, zat ini telah diketahui bersifat iritan. Daun muda memiliki kadar flavonoid (anthocyanin) yang lebih tinggi dan kadar saponin lebih rendah sehingga dianggap lebih efektif dan aman digunakan sebagai bahan aktif potensial tabir surya. 

Penulis: Diah Mira Indramaya

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: 

https://www.ijddt.com/index.php/IJDDT/article/view/140

Dipahayu D, Arifiyana D, Indramaya DM, Anggraeni S (2019). Safety Study of Purple Sweet Potatoes Leaves Extract (Ipomoea batatas (l.) Lamk) Antin-3 Variety as a Sunscreen Active Ingredient on Human Skin. International Journal of Drug Delivery Technology, 9(2): 120-4; https://doi.org/10.25258/ijddt.9.2.2 

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu