Pencapaian Keunggulan Bersaing Festival Budaya Jepang Melalui Analisis Rantai Nilai

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi budaya Jepang. (Sumber: Harian Nasional)

Budaya Jepang adalah budaya yang sangat diminati dunia secara luas. Aliran budaya yang berasal dari Jepang ke berbagai belahan dunia, khususnya Asia, merupakan fenomena menarik untuk dibahas di era globalisasi (Saleha, 2016). Salah satu festival budaya pop dan budaya Jepang di Indonesia adalah Ennichisai.

Festival Budaya Jepang Ennichisai adalah bentuk seni umat manusia yang memiliki kekuatan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Festival ini dilakukan setiap tahun, yang diadakan di daerah Little Tokyo, Blok-M, Jakarta Selatan sejak 2010. Festival ini adalah festival nirlaba dan berfokus pada pertukaran budaya Jepang dan Indonesia melalui pameran makanan dan pertunjukan seni. Keuntungan dari festival ini digunakan untuk kegiatan sosial.

Akuntansi manajemen memperkenalkan konsep yang disebut manajemen biaya strategis. Konsep ini menjelaskan bahwa meningkatkan nilai konsumen untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dapat dibuat dengan berbagai cara, salah satunya adalah analisis rantai nilai.

Rantai nilai (value chain) adalah serangkaian kegiatan yang diperlukan untuk membangun produk dan atau jasa dari tahap konsep ke tahap produksi. Porter (1985) menyebutkan bahwa rantai nilai adalah kegiatan yang menambah nilai bagi perusahaan dari proses memperoleh bahan hingga proses penyelesaian, di mana konsumen dapat memperoleh beberapa manfaat darinya. Sudut pandang rantai nilai membahas seluruh kegiatan, sehingga hubungan dan kolaborasi yang baik antara perusahaan, pemasok, dan konsumen dapat terjalin.

Rantai nilai dapat diamati melalui kegiatan utama dan kegiatan pendukung. Kegiatan utama dalam festival meliputi kegiatan produksi panggung dan area, pemasaran, promosi, publikasi, dan persiapan panggung tradisional. Kegiatan pendukung adalah kegiatan yang melengkapi kegiatan utama dengan berbagai fungsi seperti sumber daya manusia, pembelian, pengembangan teknologi, dan dukungan administrasi.

Ennichisai adalah festival budaya Jepang dengan bebas biaya masuk, namun festival ini menghasilkan keuntungan dan keberlanjutan tinggi. Hal Ini jadi menarik untuk melakukan analisis rantai nilai di festival tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan model rantai nilai Festival Budaya Jepang Ennichisai secara komprehensif.

Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif kualitatif, dilakukan dengan survei pendahuluan, studi literatur, penelitian lapangan, dan dokumentasi. Obyek dalam penelitian ini adalah rantai nilai di Festival Budaya Jepang Ennichisai di Blok M, Jakarta Selatan.

Ennichisai adalah festival budaya Jepang terbesar di Indonesia yang didirikan pada tahun 2010. Festival budaya Jepang mendapat 300.000 pengunjung dalam dua hari. Ennichisai terdiri dari dua kata, Ennichi yang berarti festival kuil dan Sai yang berarti festival besar atau megah.

Informan yang diwawancarai adalah inisiator, direktur pemasaran dan kreatif, direktur produksi, perwakilan sponsor, dan perwakilan stan penyewa. Hasil survei menunjukkan bahwa penyewa stan yang memperoleh margin laba cukup tinggi, yakni sekitar 91%. Angka tersebut didasarkan pada bukti bahwa 21% penyewa stan sangat puas, 45% puas, 25% merasa cukup puas, dan hanya 9% merasa tidak puas. Keinginan dari 91% para penyewa stan tersebut untuk berpartisipasi lagi dengan Ennichisai adalah sebesar 85% ingin kembali,  dan 15% tidak ingin kembali.

Ennichisai tidak mengenakan biaya tiket untuk pengunjung. Namun, itu bisa mempertahankan keberadaannya di industri festival karena kekuatan dalam menciptakan nilai tinggi bagi konsumennya, sehingga sumber penghasilan utama adalah dari penjualan stan dan penjualan paket sponsor. Nilai efisiensi membuat Ennichisai mampu mempertahankan keberadaannya di industri serupa.

Berdasarkan konsep analisis rantai nilai, terdapat empat lingkup penting yang memberikan dampak kuat pada keunggulan kompetitif, yakni; cakupan segmen, cakupan vertikal, cakupan geografis, dan cakupan industri.

Makna positif dari festival budaya Jepang Ennichisai tercermin dalam semangat panitia dan isi festival Ennichisai. Pencerminan elemen-elemen budaya ini secara tidak langsung membentuk keunggulan kompetitif festival Ennichisai untuk dapat bersaing dalam menciptakan nilai yang baik untuk festival itu sendiri dan para konsumennya. Sebagian besar penyewa stan, yakni sekitar 85% juga ingin kembali untuk berpartisipasi lagi dengan Ennichisai. (*)

Penulis: Muslich Anshori

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat di:

https://rjoas.com/issue-2019-03

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu