Entaskan Kemiskinan Komunitas Nelayan Melalui Modal Sosial

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi komunitas nelayan. (Sumber: kompasiana)

Secara umum, kemiskinan yang melekat dalam kehidupan komunitas nelayan telah menjadi situasi faktual di wilayah pesisir Indonesia. Bahkan termasuk nelayan di Asia Tenggara, pada umumnya berkehidupan dengan prinsip-prinsip ekonomi yang mengutamakan keselamatan, di mana kehidupan nelayan sangat dekat dengan batas kehidupan mereka.

Citra kemiskinan nelayan di Indonesia sebenarnya ironi, mengingat Indonesia memiliki wilayah laut yang  lebih luas dari luas daratan. Masalah yang dihadapi para nelayan sangat rumit dan beragam. Masalah yang mereka madapi tidak dapat diselesaikan secara mandiri oleh nelayan. Masalah kemiskinan nelayan juga dialami nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Padang Pariaman.

Modal sosial sebagai sumber daya yang dimiliki masyarakat dalam bentuk norma atau nilai yang memfasilitasi dan membangun kerja sama melalui jaringan interaksi dan komunikasi yang harmonis dan kondusif. Modal sosial menjadi perekat bagi setiap individu, dalam bentuk norma, kepercayaan, dan jaringan, sehingga terjadi kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Modal sosial dapat meningkatkan potensi masyarakat dalam beberapa hal, dan juga memiliki dampak besar pada pendapatan dan kesejahteraan orang miskin. Hal tersebut juga mempromosikan jaringan bisnis; berbagi prospek, layanan; usaha patungan, aliran informasi yang lebih cepat, dan transaksi yang lebih baik.

Lebih jauh, modal sosial dapat mengurangi kemiskinan melalui saluran mikro dan makro dengan mempengaruhi pergerakan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat miskin dan dengan meningkatkan pertumbuhan dan redistribusi pendapatan di tingkat daerah maupun nasional. Modal sosial telah terbukti memainkan peran penting dalam mempromosikan kepercayaan dan kerja sama di antara para nelayan, dan dapat mengurangi perlombaan menangkap ikan.

Kemiskinan diartikan sebagai bentuk derivasi dari kesejahteraan dan perampasan kebebasan untuk mencapai sesuatu dalam hidup seseorang. Keanekaragaman dalam merumuskan pandangan tentang kemiskinan menunjukkan bahwa kemiskinan adalah fenomena multidimensi. Terkait dengan peran pemerintah, kemiskinan umumnya terjadi oleh dua hal utama.

Pertama, kegagalan pasar, di mana kemiskinan disebabkan oleh pekerja yang mendapatkan upah yang di bawah standar kebutuhan hidup layak untuk memenuhi kebutuhan dasar (pakaian, makanan, pendidikan, dan kesehatan). Kedua, kegagalan politik, di mana struktur dan kebijakan ekonomi politik yang diterapkan menyebabkan distorsi dalam penyampaian kepentingan orang miskin yang menyebabkan ketidakpastian arah pembangunan ekonomi.

Penelitian ini adalah penelitian survei yang dilakukan di Kabupaten Padang Pariaman. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan pertimbangan bahwa kabupaten tersebut termasuk wilayah pesisir yang memiliki persentase rumah tangga miskin sekitar 9,89% di Sumatera Barat. Indikator modal sosial masyarakat pesisir terdiri dari empat indikator, yakni: (a) institusi/kelembagaan; (b) budaya; (c) kepercayaan; dan (d) partisipasi.

Modal sosial kelembagaan pada dasarnya adalah sumber daya dalam bentuk manfaat ekonomi yang dapat diperoleh seseorang melalui partisipasinya dalam jejaring hubungan sosial. Tradisi dan budaya adalah faktor pendukung penting dalam proses pembangunan, di mana hal tersebut dapat digunakan sebagai salah satu modal pembangunan yang disebut modal sosial. Keberadaan tokoh masyarakat diakui dan umumnya sangat dihormati oleh masyarakat setempat.

Tokoh-tokoh masyarakat diperlukan untuk memotivasi orang-orang untuk bekerja keras dalam meningkatkan kesejahteraan mereka, dan berpartisipasi dalam pembangunan. Partisipasi masyarakat diperlukan dalam pembangunan, baik partisipasi moral maupun material. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan dipengaruhi oleh kemauan, kemampuan dan peluang masyarakat. Kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi juga dipengaruhi oleh tingkat kesejahteraan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial, modal manusia dan kepemilikan tanah berpengaruh positif terhadap kesejahteraan rumah tangga. Peningkatan modal sosial yang mempengaruhi kesejahteraan masyarakat harus dipupuk dan menjadi kekuatan di masyarakat untuk mencapai kemakmuran dan kekayaan bagi masyarakat pesisir dalam pemberdayaan kelembagaan yang ada. Ini berarti bahwa modal sosial berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan komunitas nelayan.

Dalam penelitian juga diperoleh gambaran bahwa secara umum, modal sosial masyarakat pesisir di Pariaman berada pada tingkat yang baik. Hasil yang dicapai dari indikator variabel institusional/kelembagaan baik. Hal ini menandakan bahwa lembaga informal seperti koperasi, kelompok nelayan, dan lainnya harus dioptimalkan, dan tentu saja ini terkait dengan nilai-nilai kepercayaan dan partisipasi.

Namun, faktor kepercayaan pada pemimpin, meliputi pemimpin pada pemerintah, pada pemimpin informa, dan sesama anggota masyarakat, berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Temuan dalam penelitian ini harus menjadi koreksi di Kabupaten Pariaman, karena kepercayaan dan partisipasi publik dalam pembangunan akan menghasilkan hasil yang positif.

Model pengentasan kemiskinan melalui modal sosial di wilayah pesisir direkomendasikan dalam bentuk pengembangan institusi ekonomi lokal. Ke masa depan, model lembaga ekonomi lokal harus diperkuat, sehingga mereka dapat memberdayakan masyarakat nelayan sesuai dengan adat dan budaya setempat. Memberdayakan masyarakat pesisir melalui pengembangan jaringan dan penguatan kelembagaan adalah modal sosial untuk strategi ekonomi rumah tangga.

Proses pemberdayaan lebih berorientasi pada pertumbuhan kesadaran dan kepedulian kelompok akan tanggung jawab atas hak dan kewajiban, membuka akses masyarakat ke sistem atau kelembagaan. Penyederhanaan kelembagaan diperlukan untuk mendukung pengembangan bisnis di masyarakat pesisir yang kebanyakan menjadi nelayan. (*)

Penulis: Muslich Anshori

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat di:

http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jibe/

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu