Dosen FST UNAIR Gali Potensi Fotodinamik Inaktivasi Sebagai Solusi Mereduksi Biofilm Bakteri

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Feri Fenoria R

UNAIR NEWS – Dalam sejarah, telah dibuktikan sejakawal tahun 1990-an bahwa bakteri yang menyebabkan penyakit pada manusia mampu membentuk biofilm. Dalam riset tentang “Fotodinamik Inaktivasi, Solusi Mereduksi Biofilm Bakteri”, Dr. Suryani Dyah Astuti, M.Si., terlebih dahulu memaparkan bahwa, bakteri yang mampu memproduksi biofilm berhubungan dengan penyakit infeksi yang kronis. Salah satunya adalah bakteri Staphylococcus aureus (S.aureus).

Diketahui bahwa, jelasnya, S.aureus merupakan flora normal yang hidup secara komensal pada kulit, saluran hidung, atau tenggorokan manusia. Pada kondisi abnormal, bakteri tersebut dapat menyebabkan sejumlah penyakit.

“Mulai penyakit kulit ringan seperti infeksi kulit, acne vulgaris, cellulitisfolliculitis sampai penyakit berat seperti pneumonia, meningitis, osteomyelitis endocarditis, toxic shock syndrome, dan septicemia,” unkapnya.

Tidak hanya itu, Dr. Dyah, juga memaparkan tentang biofilm yang merupakan suatu komunitas sel bakteri yang terstruktur dan saling menempel. Dimana, sambungnya, bakteri-bakteri tersebut mampu memproduksi matriks polimer dan mampu melekat pada permukaan biologis maupun benda mati.

“Dengan adanya formasi ini, membuat bakteri pembuat biofilm mampu bertahan terhadap lingkungan ekstrim yang membahayakan bakteri tersebut. Bakteri di dalam biofilm mampu bertahan terhadap antibiotik, desinfektan, bahkan mampu tahan terhadap sistem immunitas hospesnya,” paparnya.

Dalam risetnya, Dr. Dyah menjelaskan bahwa manifestasi klinis dari infeksi oleh bakteri pembuat biofilm dengan adanya resistansi terhadap antibiotik. Yang  umumnya, terapi antibiotik hanya akan membunuh sel-sel bakteri planktonic (yang berenang-berenang di luar biofilm, Red) sedangkan bentuk bakteri yang tersusun rapat dalam biofilm akan tetap hidup dan berkembang serta akan melepaskan bentuk sel-sel planktonic keluar dari formasi biofilm. Sehingga, jelasnya, diperlukan metode alternatif yang bersifat efektif dan selektif dalam membunuh bakteri.

“Salah satunya dengan metode fotodinamik yang memanfaatkan cahaya dan fotosensitiser,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Dr. Dyah juga mengatakan bahwa hasil penelitian menunjukkan penyinaran cahaya yang memiliki spektrum panjang gelombang yang sesuai dengan spektrum serap porfirin fotosensitiser dengan dosis energi penyinaran yang tepat dapat menyebabkan fotoinaktivasi sel bakteri.

“Diketahui bahwa, mekanisme fotoinaktivasi melibatkan proses fotosensitisasi. Yakni, proses penyerapan cahaya oleh porfirin bakteri yang selanjutnya mengaktivasi terjadinya reaksi kimia lanjutan menghasilkan berbagai spesies oksigen reaktif. Fotosensitisasi bergantung pada jenis dan kuantitas fotosensitiser dan kesesuaian spektrum cahaya dengan spektrum serap fotosensitiser”, ungkapnya.

Dalam riset tersebut, laser dipilih sebagai salah satu sumber cahaya karena sesuai dengan spektrum serap porfirin fotosensitiser. Selain itu, jenis laser yang digunakan yakni laser diode karena memiliki keunggulan dalam hal ukuran fisik yang kecil, ringan, portable, tidak mudah pecah dan sederhana dalam perakitan dengan harga yang relatif murah.

Pada akhirnya, Dr. Dyah mengungkapkan bahwa berbagai hasil penelitian menunjukkan keberhasilan fotodinamik inaktivasi dengan menggunakan laser diode untuk mereduksi biofilm tanpa menyebabkan resistensi pada bakteri. Sehingga metode fotodinamik sebagai salah satu metode inaktivasi bakteri sangat menjanjikan ke depannya.

Penulis : Asthesia Dhea Cantika

Editor : Khefti Al Mawalia

Link terkait Artikel Ilmiah Populer di atas:

https://www.pdt-journal.com/jour/article/view/312/215

Astuti S.D., Drantantiyas N.D.G., Putra A.P., Puspita P.S., Syahrom A., Suhariningsih S. Photodynamic effectiveness of laser diode combined with ozone to reduce Staphylococcus aureus biofilm with exogenous chlorophyll of Dracaena angustifolia leaves // Biomedical photonics. Vol. 8, No. 2. – P. 4–13.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu