Dosen FKp Ajak Masyarakat Madura Budayakan Beri Asi Eksklusif

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Feri Fenoria R

UNAIR NEWS – Dr. Esti Yunitasari S.Kp., M.Kes., bersama dua rekannya kembali melakaukan riset sekaligus mengajak masyarakat madura dalam pemberian asi eksklusif. Menurutnya, asi eksklusif merupakan pemberian makanan pada bayi selama enam bulan pertama yang berguna untuk sistem imunitas pada bayi.

“Dampak bayi yang tidak diberikan ASI eksklusif adalah sangat rentan terhadap berbagai jenis penyakit serta terganggunya perkembangan kecerdaan kognitif,” ujarnya.

Mengenai pemilihan masyarakat Madura, ia mengatakan bahwa angka cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Sampang masih  jauh di bawah target. Dibuktikan dengan bayi yang mendapatkan ASI ekslusif sebesar 35% dibandingkan dengan target sebesar 75%.

“Ibu di wilayah Puskesmas Sreseh Sampang tidak sepenuhnya menerapkan pemberian ASI eksklusif, hanya 24% ibu yang memberikan ASI eksklusif pada bayinya,” ungkapnya.

Hal itu, jelasnya, banyak faktor yang menyebabakan rendahnya pemberian ASI eksklusif di suku Madura. Antara lain semakin banyak ibu yang percaya  bahwa pemberian ASI saja tidak cukup mengenyangkan untuk bayinya.

“Sehingga timbul budaya ibu memberikan makanan pendamping ASI (MP – ASI) salah satunya memberikan pisang saat sebelum bayi berusia 6 bulan,” imbuhnya.

Selanjutnya, melalui riset yang dilakukan, ia mengatakan bahwa hasil penelitian yang dilakukan adalah terdapat hubungan antara pemberdayaan masyarakat dengan pemberian ASI eksklusif. Hal itu, jelasnya, menunjukkan bahwa semakin baik pemberdayaan masyarakat yang diberikan, maka semakain tinggi tingkat pemberian ASI eksklusif.

“Dukungan dari sosial dan keluarga juga berperan penting dalam pemberian ASI eksklusif karena sosial dan keluarga berfungsi sebagai sistem pendukung anggota nya dan ditujukan untuk meningkatkan kesehatan dan proses adaptasi,” ungkapnya.

Pada akhir, ia kembali menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat yang baik, dapat memotivasi ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif. Faktor yang paling berperan, sambungnya, adalah budaya yang dapat mempengaruhi pemberian ASI.

“Budaya turun temurun dari orang tua yang diajarkan kepada anak serta budaya umum yang berlaku di masyarakat  membuat pemberian ASI menjadi tidak eksklusif,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Khefti Al Mawalia

Informasi detail tentang riset ini dapat dilihat di :

https://www.indianjournals.com/ijor_AdvanceSearch/summary.aspx?query=1&mode=gen

Esti Yunitasari, Hanifa Arsyita Umayro, Ika nur Pratiwi. 2019.Community Empowerment in the Madura Tribe with Exclusive Breastfeeding in the Working Area of Community Health Center Sreseh Sampang Madura. Indian Journal of Public Health Research & Development. Aug2019, Vol. 10 Issue 8.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu