Protein Sintesis Wujudkan Ayam Pedaging Rasa Ayam Kampung

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Feri Fenoria R

UNAIR NEWS – Ayam pedaging atau yang biasa dikenal dengan sebutan ayam broiler memiliki protein Suppressor of Cytokine Signaling (SOCS) di dalam tubuhnya. Protein SOCS tersebut berperan pada pemutusan pensinyalan Signal Transducers and Activators of Transcription (STAT) yang mendorong peningkatan efek hormon pertumbuhan pada ayam pedaging. Sehingga, dengan adanya protein SOCS tersebut dapat menghambat pertumbuhan dan kualitas ayam pedaging.

Prof. Dr. Anwar Ma’ruf, M.Kes., Drh menjelaskan bahwa dengan mengidentifikasi berat molekul dan komposisi asam amino pada protein SOCS. Dengan begitu, akan ada peluang untuk membuat protein spesifik yang bisa meningkatkan efek hormon pertumbuhan pada ayam pedaging.

“Hasil penelitian yang kami lakukan menunjukkan bahwa terdapat protein SOCS-1 di dalam jaringan hati broiler. Dimana, protein SOCS-1 adalah protein yang berfungsi sebagai umpan balik negatif pada pertumbuhan ayam pedaging melalui hormon pertumbuhan,” jelas dosen yang akrab disapa Prof. Anwar tersebut.

Hormon pertumbuhan itu sendiri merupakan regulator (pengatur, red) utama pada pertumbuhan dan metabolisme tubuh. Efek metabolik dari hormon pertumbuhan tersebut meliputi peningkatan kecepatan sintesis protein di seluruh tubuh, peningkatan pengangkutan asam lemak dari jaringan lemak, dan peningkatan penggunaan asam lemak sebagai sumber energi.

Terikatnya hormon pertumbuhan dengan reseptornya akan dapat mengaktifkan Janus Kinase 2 (JAK 2) yang kemudian memfosforilasi tirosin. Tirosin itulah yang kemudian membentuk tempat ikatan untuk sejumlah protein signaling, seperti protein STAT. Dimana, protein STAT tersebut berperan untuk memacu pertumuhan.

“Protein SOCS-1 dapat berinteraksi langsung dengan JAK, yang kemudian dapat menghambat fosorilasi tirosin JAK 2 dan selanjutnya secara konstutif akan menghentikan fosforilasi tirosin STAT-5a, pengikatan DNA dan ekspresi gen yang diperantarai STAT-5b,” lanjutnya.

Sementara itu, kerja SOCS-2 terhadap pensinyalan protein STAT yang diinduksi protein pertumbuhan belum diketahui secara jelas.  Sementara untuk SOCS-3 diinduksi dengan cepat di dalam hati oleh hormone pertumbuhan, yang menunjukkan bahwa SOCS-3 berperan penting dalam terminasi pensinyalan protein STAT.

Penelitian menggunakan domain sitoplasma tirosil growth hormone receptor (GHR) yang terfosforilasi pada bakteri oleh kinase selain JAK2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SOCS-3 dan SOCS lain dapat berikatan langsung dengan GHR.

“Hal ini menunjukkan arti penting penggunaan GHR yang difosforilasi JAK2 dalam menentukan mekanisme penghambatan JAK2 oleh SOCS,” terang Prof. Anwar.

Dengan mengetahui berat molekul dan susunan asam amino protein SOCS ayam pedaging, selanjutnay dapat dikembangkan untuk membuat anti SOCS sintesis. Dengan dibuatnya anti SOCS sintesis tersebut dapat membuka lebar kesempatan untuk menciptakan ayam pedaging yang pertumbuhannya cepat, sedikit lemak, tinggi protein dan serasa daging ayam kampung.

Anti SOCS sintesis nantinya dapat diberikan pada air minum, pakan atau diinjeksikan langsung pada ayam pedaging. Kedepannya, diharapkan terdapat penelitian lebih lanjut untuk membuat protein anti SOCS sintesis dan uji coba pada beberapa hewan ternak beru kemudian dapat dipatenkan dan digunakan secara masal.

“Penelitian ini dapat menjadi awal untuk menciptakan ayam pedaging rasa ayam kampung,” pungkas Prof. Anwar.

Penulis: Galuh Mega Kurnia

Editor: Nuri Hermawan

Reference : Ma’ruf, Anwar, Nunuk Dyah Retno L, Ratna Damayanti, Nove Hidajati, and M Gandul Atik. “SOCS (Suppressor of Cytokine Signaling) protein as material to enhance the effect of growth hormone in broilers.” Eurasia J Biosci 13, no. 2 (2019): 701-705.

Link : http://www.ejobios.org/article/socs-suppressor-of-cytokine-signaling-protein-as-material-to-enhance-the-effect-of-growth-hormone-in-7157

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu