Menguak Sisi Lain Buah Naga Merah yang Mengandung Serat Tinggi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Feri Fenoria R

UNAIR NEWS – Penggunaan pakan alternatif yang berasal dari produk sampingan agroindustri (limbah industri) perlu diteliti lebih lanjut sebagai salah satu cara untuk mengurangi limbah pertania. Selain itu, limbah industri ini mengandung nutrisi yang baik, dapat mengurangi biaya produksi pakan dan dampak lingkungan.

Hasil limbah industri yang cukup banyak di daerah Banyuwangi adalah limbah buah naga merah (Hylocereus polyrhizus). Berangkat dari fenomena tersebut, drh. Ragil Angga Prastiya M.Si, bersama Dr. Mohammad Anam Al Arif MP., Drh, drh. Bodhi Agustono, M.Si, dan mahasiswanya Fachrun Nisa’ Tatimma melakukan riset mendalam untuk menguak nutrisi yang terjandung di dalam limbah buah naga merah.

“Kulit buah naga merah mengandung serat yang cukup tinggi, sehingga ketika diaplikasikan sebagai pakan hewan pseudoruminansia dalam hal ini adalah kelinci, menjadi tepat. Hewan pseudoruminansia merupakan jenis hewan yang membutuhkan serat yang banyak untuk mengolah pakan dalam sistem pencernaannya,” jelas dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) tersebut.

Dosen yang akrab disapa Ragil tersebut menambahkan, limbah kulit buah naga yang digunakan didapatkan dari daerah banyuwangi bagian selatan. Proses pembuatan sumber serat dari kulit buah naga ini dengan mengeringkannya terlebih dahulu dengan sistem sun drying(pengeringan dibawah sinar matahari) selama ±12 jam untuk mengurangi kadar air yang terkandung sekitar 20-25%.

Setelah kering, lanjutnya, ditambahkan bahan fermentasi dan disimpan selama 2 minggu sebelum selanjutnya dibentuk menjadi serbuk. Serbuk inilah yang akan digunakan sebagai sumber serat dalam ransum pakan kelinci.

“Untuk melengkapi nilai nutrisi pakan yang diberikan (Complete feed), maka sumber serat yang sudah berbentuk powder ditambahkan nutrisi tambahan lain seperti protein, mineral, dan vitamin. Selanjutnya dikukus (steam) dan dibentuk menjadi pelet,” uajrnya.

Kulit buah naga merah yang ditambahkan pada pakan dalam penelitian ini masing-masing 0% (RDP0), 7% (RDP7), 8% (RDP8), dan 9% (RDP9) diberikan selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit buah naga merah dapat digunakan sebagai suplemen pakan hingga 9% tanpa mengurangi nilai gizi dan kecernaan nutrisi kelinci.

“Penelitian saya dan tim ini bekerja sama dengan Rabbitry di daerah Banyuwangi. dengan respon yang baik dari pihak yang bersangkutan, kedepan saya akan mengembangkan potensi kulit buah naga merah ini sebagai alternatif pada ransum pakan. Karena selain serat, kandungan limbah buah naga mengandng zat antioksidan seperti flavonoid, tanin cukup tinggi,” pungkasnya.

Penulis : Dian Putri Apriliani

Editor : Nuri Hermawan

Link : http://ivj.org.in/users/members/viewarticles.aspx?ArticleView=1&ArticleID=9179

Ragil A.P., M.A. Al-Arif, F.N.Tatimma, and B. Agustono. 2019. Red Dragon Fruit Peel (Hylocereus polyrhizus) in Rabbit Nutrition. Indian Veterinary Journal, 96(10): 36-38

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu