Persentase Penderita Diare dan Persediaan Air Minum Jawa Timur

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI persediaan air di daerah. (Foto: Istimewa)
ILUSTRASI persediaan air di daerah. (Foto: Istimewa)

Penyakit menular adalah penyakit yang diderita banyak orang Indonesia sejak dulu, termasuk infeksi usus (diare). Diare adalah gejala klinis gangguan pada pencernaan usus dengan ditandai adanya peningkatan buang air besar lebih dari biasanya. Secara umum, diare disebabkan makanan dan minuman yang terpapar virus, bakteri, atau parasit. Diare biasanya terjadi karena kurangnya air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan. Air minum yang baik harus steril dan bebas dari zat dan bakteri berbahaya. Namun, banyak masyarakat yang tidak menghiraukan bahaya dari kandungan air yang tidak steril sehingga dapat menyebabkan penyakit, salah satunya yaitu diare.  

Di Indonesia, persediaan air bersih masih menjadi masalah yang serius. Berdasar data WHO, pada 2015, ditemukan bahwa 663 juta orang masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih. Selain itu, WHO menyatakan bahwa dalam sehubungan dengan krisis air ini, diperkirakan pada 2025 hampir dua pertiga dari penduduk dunia hidup di daerah yang mengalami kekurangan air. Dengan demikian, secara tidak langsung terdapat prediksi peningkatan kejadian diare di dunia.  

Penelitian sebelumnya mengenai kejadian diare dengan pendekatan spasial menunjukan bahwa variabel yang mempengaruhi kejadian diare adalah jarak dan fasilitas air minum. Penelitian yang telah dilakukan hanya memodelkan jumlah penderita diare dan fasilitas air minum bersih secara individual, meskipun secara medis ada hubungan antar keduanya.

Dua faktor tersebut lebih berguna apabila dimodelkan secara bersama. Salah satu metode statistik yang bisa digunakan adalah model regresi binomial negatif bivariat yang merupakan pengembangan dari regresi binomial negatif. Metode regresi binomial negatif bivariat adalah metode regresi untuk memodelkan sepasang variabel respons yang masing-masing berdistribusi binomial negatif dan saling berkorelasi.

Dalam aplikasinya, peneliti melakukan penelitian tentang pemodelan persentase penderita diare dan persediaan air minum yang memenuhi syarat kesehatan di Jawa Timur dengan pendekatan regresi binomial negatif bivariat. Berdasar Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus diare yang tinggi di Pulau Jawa, di mana Pulau Jawa adalah pulau dengan penduduk terbesar dan terpadat di Indonesia.   

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Jawa Timur pada 2016. Variabel respons yang digunakan terdiri atas persentase penderita diare dan persediaan air minum yang memenuhi syarat kesehatan, sedangkan variabel prediktor yang digunakan terdiri atas persentase populasi dengan akses ke sanitasi dengan fasilitas layak, persentase tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan, populasi angka melek huruf, dan jumlah tempat uji makanan layak.  

Hasil yang diperoleh, rata-rata persentase penderita diare adalah 26,316 persen dengan nilai maksimum 75,56 persen di Kabupaten Sidoarjo dan nilai minimum 1,62 persen di Kota Kediri. Sedangkan rata-rata jumlah persediaan air minum yang memenuhi syarat kesehatan adalah 144 dengan nilai maksimum 1.199 di Kota Surabaya dan nilai minimum 5 di Kabupaten Sampang.

Secara Statistik, data persentase penderita diare dan jumlah persediaan air minum yang memenuhi syarat kesehatan berdistribusi binomial negatif dan terdapat hubungan yang signifikan antara persentase penderita diare dan jumlah persediaan air minum yang memenuhi syarat kesehatan. 

Berdasar hasil pemodelan, dapat disimpulkan bahwa tidak semua variabel prediktor mempengaruhi kedua variabel respons. Dalam perencanaan terkait usaha mengurangi jumlah penderita diare, pemerintah dapat memperhatikan persentase penduduk dengan akses sanitasi yang memadai dan variabel terkait makanan sehat. Dalam perencanaan terkait usaha peningkatan air minum yang sehat, pemerintah dapat memperhatikan persentase penduduk dengan akses sanitasi yang memadai dan variabel terkait makanan sehat, angka melek huruf yang terkait edukasi masyarakat dalam menentukan apakah air di sekitarnya sehat, dan persentase tempat umum yang memenuhi persyaratan kesehatan, khususnya persediaan air minum. (*)

Oleh: M. Fariz Fadillah Mardianto, S.Si, M.Si   

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada artikel ilmiah berikut :

 Modelling of Diarrheal Sufferers Percentage and Certified Drink Water Providers in East Java Using Bivariate Binomial Negative Regression Method publish di Journal of Physics: Conference Series 1306 012037 pp 1-10 (Scopus Q3). Authors: N A P Rahmayanti, Y S Yonani, M. Fariz Fadillah Mardianto dengan link sebagai berikut: https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1742-6596/1306/1/012037

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu