Apa yang Harus Diperhatikan Perusahaan untuk Meningkatkan Kinerjanya?

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Feri Fenoria R

UNAIR NEWS – Sudah sepatutnya perusahaan mengukur tingkat kinerjanya karena hal ini berkaitan erat dengan proses perusahaan dalam mencapai tujuannya. Kinerja yang dimaksud biasanya meliputi bagaimana cara perusahaan mengelola sumber daya keuangan, material, hingga manusia secara optimal.

Topik pengukuran kinerja perusahaan ini menarik perhatian Prof. Dr. I Made Narsa., SE., M.Si., Ak., CA. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga untuk melalukan riset bersama timnya. Riset yang bertajuk “The Effect of Market Orientation, Innovation, Organizational Learning and Entrepreneurship on Firm Performance” ini menggunakan metode survey yang melibatkan 63 responden. 

Sebanyak 92,06% responden menjabat sebagai manajer sementara sisanya merupakan direktur perusahaan. Pengalaman kerja responden juga menjadi poin penting dalam penelitian ini. Poin ini menunjukkan tingkat kepahaman responden terhadap strategi yang dijalankan oleh perusahaannya.  Mayoritas dari responden di angka 39,68% memiliki pengalaman kerja di atas 10 tahun, 36,51% masa kerja 6-10 tahun, dan 23,81% masa kerja kurang dari hingga 5 tahun.

Made menganggap bahwa perusahaan cenderung tidak memprioritaskan pengukuran kinerja karena terbatasnya pengetahuan manajer.  Padahal,solusi dari permasalahan tentang kinerja perusahaan adalah dengan merekrut sumber daya yang handal dalam menjalankan aktivitas strategi di mana salah satu yang paling utama adalah mengenai kapabilitas perusahaan.

“Dengan demikian, maka muncul pertanyaan bahwa apakah kapabilitas perusahaan merupakan sumber utama untuk mencapai kinerja perusahaan yang optimal? Fokus pada kapabilitas dan kinerja perusahaan, dalam riset kami, kapabilitas dipandang sebagai kekuatan yang dapat meningkatkan kinerja secara menyeluruh,” jelas Made.

Oleh karenanya, Made mengerucutkan poin-poin kapabilitas dalam risetnya menjadi empat. Ialah orientasi pasar, inovasi, pembelajaran organisasi, dan kewirausahaan. Orientasi pasar dalam hal ini menekankan pada kebutuhan konsumen dalam jangka panjang. Sementara, inovasi dianggap sangat penting terutama apabila perusahaan ingin bertahan dalam kerasnya dan kompetitifnya dunia bisnis. Semakin perusahaan dapat mengembangkan keunggulan kompetitifnya, maka akan semakin optimal pula tingkat kinerjanya.

Pembelajaran organisasi merupakan bagaimana perusahaan menanggapi perkembangan ilmu pengetahuan. Fokus dalam pembelajaran organisasi adalah sebagai komponen penting dalam implementasi visi dan misi perusahaan.

Poin terakhir, yakni orientasi kewirausahaan yang handal juga dibutuhkan oleh perusahaan. Orientasi kewirausahaan menjadi sarana penting yang mengantarkan perusahaan dalam meningkatkan profitabilitas. 

Pada akhir penelitian ini, hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran organisasi dan kewirausahaan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Sebaliknya, orientasi pasar dan inovasi tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.

“Hasil riset ini berimplikasi bahwa perusahaan harus memprioritaskan pembelajaran organisasi dan kewirausahaan karena merupakan salah satu kekuatan yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Selain itu, perusahaan sebaiknya terus berupaya meningkatkan orientasi pasar dan terus berinovasi agar perusahaan dapat mencapai tujuan yang diharapkan,” simpulnya.

Penulis: Tsania Ysnaini Mawardi

Editor: Nuri Hermawan

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://www.abacademies.org/articles/The-effect-of-market-orientation-innovation-organizational-learning-and-1528-2651-22-3-365.pdf

Ismail, I Made Narsa, and Basuki (2019). The Effect of Market Orientation, Innovation, Organizational Learning and Entrepreneurship on Firm Performance. Journal of Entrepreneurship Education, vol. 22 (3): 1-13

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu