Pergelaran Seni Budaya Berbagai Daerah Meriahkan Dies Natalis UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana ‘Pagelaran Seni dan Budaya’ peringatan Dies Natalis Universitas Airlangga ke-65, Senin malam (11/11/2019) di Gedung Garuda Mukti UNAIR. (Foto: Ulfah Mu’amarotul Hikmah)

UNAIR NEWS – Dalam rangka memperingati hari jadi ke-65, Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan pergelaran seni dan budaya pada Senin malam (11/11/19) di Aula Garuda Mukti, Lantai 5, Kantor Manajemen UNAIR. Berbeda dengan tahun sebelumnya, di malam itu pertama kali UNAIR mengadakan kolaborasi budaya dan seni dari berbagai macam daerah di Indonesia. Mulai dari tari, musik, dan baju adat.

Dihadiri oleh ratusan civitas akademika UNAIR, malam seni Dies natalis UNAIR berlangsung meriah. Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs. (Hons), Dekan Fakultas Keperawatan (FKP) UNAIR, mewakili rektor UNAIR yang berhalangan hadir saat itu membuka pagelaran seni dan budaya secara simbolis. Dia menerima Gunungan dari perwakilan Unit Kesenian Tari dan Karawitan (UKTK) UNAIR.

“Malam ini salah satu puncak dari peringatan Dies natalis Universitas Airlangga. Menjadi kebanggaan, acara yang luar biasa ini merupakan agenda yang sebelumnya tidak ada, namun sekarang ada untuk kita semua,” ungkap Prof. Nursalam ketika memberikan sambutannya.

Mengawali pertunjukan pada malam hari itu, penampilan Tari Yosakai sebuah tarian asal Jepang  dibawakan oleh mahasiswa dari progam studi Kejepangan Fakultas Ilmu dam Budaya (FIB). Kemudian, Drama Tari bertajuk ‘Airlangga Aku Denganku’ dipersembahkan oleh UKTK UNAIR.

Drama tari yang memuat sinopsis ‘Musuh terbesar dalam hidup adalah diri sendiri, apa yang terjadi terhadap diri berasal dari apa yang kita tanamkan dalam diri’ dibawakan secara apik oleh UKM UKTK UNAIR malam itu. Berlatar cerita tiga orang mahasiswa yang sedang mengunjungi sebuah museum Airlangga. Drama tari itu menyampaikan pesan, bahwasanya jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Dengan lakon cerita perjalanan prabu Airlangga yang ditampilkan dengan koreografi tari, penampilan itu sungguh menggugah mata para penonton. Di malam itu semua  diingatkan tentang sejarah Airlangga. Sorakan Jayalah selalu Airlangga dari salah seorang pemain, membuat gugahan untuk Universitas Airlangga supaya semakin luar biasa di umur yang menginjak ke 65.

Selain itu, kemeriahan juga di sumbangkan oleh penampilan dari mahasiswa internasional yang menyanyikan lagu jawa bersama. Mahasiswa tersebut berasal dari berbagai macam negara seperti Madagascar, Cina, Timor Leste, Afrika, Pakistan, dan lainnya.

Kemudian, kolaborasi budaya dari berbagai fakultas di UNAIR dibawakan langsung oleh para dekan dan mahasiswanya. Beberapa penampilan yang dikolaborasikan yakni, Tari Saman FKP, Tari Banyuwangi FIB, Tari Bali FPsi, Tari Irian dari FIB, dan beberapa lagu serta puisi dari para dekan.

Suasana ‘Pagelaran Seni dan Budaya’ peringatan Dies Natalis Universitas Airlangga ke-65, Senin malam (11/11/2019) di Gedung Garuda Mukti UNAIR. (Foto: Ulfah Mu’amarotul Hikmah)

Kemeriahan malam itu tidak luput dari iringan gamelan merdu oleh UKTK UNAIR. Serta, penampilan Band UNAIR yang berisikan personil para dokter gigi Universitas Airlangga ikut mengguncang gedung garuda mukti. Diakhir acara, Lagu Terajana iringan Band UNAIR menutup agenda malam hari itu disertai dengan menari bersama antara mahasiswa internasional, tendik, dan juga mahasiswa Indonesia. (*)

Suasana ‘Pagelaran Seni dan Budaya’ peringatan Dies Natalis Universitas Airlangga ke-65, Senin malam (11/11/2019) di Gedung Garuda Mukti UNAIR. (Foto: Ulfah Mu’amarotul Hikmah)

Penulis : Ulfah Mu’amarotul Hikmah

Editor : Binti Q Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu