Coated Tongue Dan Fissured Tongue: Kelainan Lidah Terbanyak pada Pasien Lanjut Usia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi kelainan lidah. (Sumber: lifestyle kompas)

Rongga mulut merupakan salah satu bagian tubuh yang secara unik berhubungan dengan kesehatan seseorang. Rongga mulut merupakan pintu masuk pertama makanan dan minuman sebagai sumber utama energi dan nutrisi tubuh seseorang. Oleh karena itu, sangat penting menjaga kebersihan rongga mulut, tidak hanya gigi namun juga seluruh jaringan lunak rongga mulut.

Pada masa mendatang, jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia diperkirakan terus meningkat. Berdasarkan data proyeksi penduduk oleh Badan Pusat Statistik, diperkirakan penduduk lansia tahun 2020 sejumlah 27,08 juta penduduk, tahun 2025 sejumlah 33,69 juta penduduk, tahun 2030 sejumlah 40,95 juta penduduk dan tahun 2035 sejumlah 48,19 juta penduduk. Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia juga diiringi peningkatan usia harapan hidup di Indonesia, yaitu 71,2 tahun.

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia ini diharapkan juga mampu disertai peningkatan standar kesehatan untuk lanjut usia, termasuk di dalamnya kesehatan rongga mulut. Standar kesehatan yang baik untuk penduduk lanjut usia mampu mendukung penduduk lanjut usia yang sehat, aktif dan produktif sehingga memberi pengaruh positif kepada masyarakat. Sedangkan penduduk lanjut usia menjadi beban apabila mengalami penurunan kesehatan, penurunan tingkat penghasilan, peningkatan disabilitas, kurangnya dukungan sosial, serta kondisi lingkungan yang tidak ramah.

Seiring dengan pertambahan usia, terdapat perubahan pada rongga mulut sesorang. Gigi geligi lebih banyak didapatkan berlubang, penurunan saku gusi, gigi goyang dan gigi tanggal. Selain itu, jaringan lunak rongga mulut mengalami perubahan struktur oleh karena menjadi kurang elastis karena penurunan kualitas jaringan ikat, menjadi lebih pucat, tipis, kering, halus, dan berkurangnya vaskularisasi pembuluh darah. Jaringan lunak rongga mulut juga menjadi rentan iritasi dan trauma oleh karena penurunan fungsi sistem imun dan penurunan kecepatan dalam regenerasi sel, yang juga dipengaruhi oleh penurunan produksi air liur.

Terdapat suatu penelitian yang melibatkan 124 pasien lanjut usia yang berkunjung ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut di Surabaya, Jawa Timur dan dilakukan pemeriksaan rongga mulut oleh Kelompok Staf Medis Ilmu Penyakit Mulut dan Residen Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Ilmu Penyakit Mulut selama Maret hingga Desember 2018. Didapatkan hasil yaitu 152 diagnosis kelainan jaringan lunak rongga mulut pada pasien tersebut. Kelainan yang paling tinggi didapatkan pada rongga mulut lanjut usia adalah coated tongue (55.56%), linea alba buccalis (31,74%), lingual varicosities (26,98%), torus (25,40%), dan fissured tongue (25,40%).

Coated tongue adalah suatu keadaan pada permukaan lidah yang terlihat lapisan berwarna putih atau kuning kecoklatan. Linea alba buccalis adalah garis bewarna putih pada pipi bagian dalam, umumnya bilateral kanan dan kiri pipi yang timbul akibat tekanan gigi geligi dan otot pengunyahan. Lingual varicosities adalah suatu keadaan pada bawah lidah terlihat penonjolan pembuluh darah yang bewarna keunguan. Torus adalah penonjolan tulang pada rahang, baik rahang atas maupun rahang bawah yang berhubungan dengan faktor keturunan dan tekanan pengunyahan. Fissured tongue atau lidah beralur adalah celah atau cekungan pada permukaan lidah yang tampak seperti alur dan membuat lidah tampak pecah atau tidak rata.

Dua dari lima kelainan terbanyak yang didapatkan pada pasien lanjut usia penelitian tersebut terdapat pada lidah, yaitu coated tongue dan fissured tongue. Lapisan berwarna putih atau kuning kecoklatan pada coated tongue merupakan tumpukan dari sisa-sisa makanan, debris dan kuman-kuman yang dapat menjadi media pertumbuhan mikroorganisme penyebab gigi berlubang, penyakit periodontal dan penyakit lainnya. Begitu juga pada fissured tongue yang didapatkan banyak celah pada lidah, apabila celah tidak dibersihkan maka kuman-kuman dapat tumbuh dan berkembang pada celah tersebut.

Dua kelainan tersebut memiliki hubungan erat dengan kebersihan rongga mulut atau oral hygiene. Kebersihan rongga mulut yang jelek dapat memperparah kesehatan sistemik seseorang, tidak terkecuali pada lanjut usia. Penyakit jantung, hipertensi, diabetes mellitus merupakan contoh penyakit yang dapat diperparah oleh keadaan rongga mulut yang jelek. Hendaknya penelitian ini dapat menjadi acuan dalam menetapkan prosedur pemeriksaan kesehatan rongga mulut untuk pasien lanjut usia mengenai bagaimana menjaga dan mempertahankan kebersihan dan kesehatan rongga mulut.

Dokter gigi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan rongga mulut seseorang. Edukasi atau penyuluhan pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut oleh dokter gigi perlu digalakkan kepada semua lapisan masyarakat, tak terkecuali penduduk lanjut usia, sebagai usaha preventif pencegahan berkembangnya penyakit pada rongga mulut. Tidak hanya meliputi gigi berlubang, namun juga penyakit periodontal dan penyakit jaringan lunak lainnya, serta perawatan terminal seperti pembuatan gigi palsu. (*)

Penulis: Fatma Yasmin Mahdani, Desiana Radithia, Adiastuti Endah Parmadiati, Diah Savitri Ernawati

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami berikut,https://www.actamedicaphilippina.org/article/10731-prevalence-of-oral-mucosal-lesions-in-geriatric-patients-in-universitas-airlangga-dental-hospital

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu