Soser Jember B-PHA, Gandeng BEM FKM UNAIR Surabaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Salah satu potret kegiatan Soser di Jember oleh BPHA dan BEM FKM UNAIR. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Sosialisasi Serentak (Soser) merupakan salah satu program kerja yang diusung oleh Divisi SAS (Social, Art, and Society) B-PHA UNAIR. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini soser diadakan di Jember bekerja sama dengan Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FKM UNAIR. Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari, mulai dari tanggal 8 November hingga tanggal 10 November 2010 yang dilaksanakan di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.

Saat ditemui UNAIR NEWS, Amalia Safira, selaku koordinator mahasiswa dari Banyuwangi menjelaskan mengenai tema soser kali ini yaituZero Waste. Tema itu dipilih karena di daerah tersebut tidak tersedianya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Penampungan Sementara (TPS). Selain itu, masyarakat sekitar masih belum memahami mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik.

“Tema soser kemarin mengenai kesehatan lingkungan yaitu cara memilah sampah yang baik. Tapi dalam kegiatan ini kami hanya memilah sampah organik dan anorganik saja,” ujarnya.

Pada hari pertama, jelasnya, kegiatan dilakukan di SDN 1 Suci, SDN 2 Suci, SMP Diponogoro dan SMA Diponogoro. Dari tingkatan-tingkatan tersebut yang membedakan hanya konsep penyampaian materinya saja.

“Jadi, kalau di SD selain menyampaikan materi, kami langsung mempraktekan cara memilah sampah organik dan anorganik. Selain itu sampah-sampah yang masih bisa diolah, diolah kembali untuk dibuat hiasan atau kerajinan tangan. Namun, untuk tingkat SMP dan SMA hanya penyampaian materi dan ikut serta dalam membersihkan sungai,” tambah Amalia, sapaan akrabnya.

Selanjutnya, ia juga mengatakan, pada hari kedua dilakukan di Balai Desa Suci dengan kegiatan penyuluhan mengenai kesehatan lingkungan tentang zero waste dan mengenai gizi sehat generasi kuat pada ibu hamil. Selain itu, adapula kegiatan cek kesehatan dan konsultasi masalah kesehatan. Pada malam harinya diisi dengan pentas seni dari SD, SMP, SMA.

“Penyuluhan di masyarakat sendiri lebih ke pengolahan sampahnya, karena dari masyarakat sendiri masih sering melakukan pembakaran sampah. Disamping itu, angka stunting di Desa Suci masih cukup tinggi, maka dari itu kami melakukan penyuluhan mengenai gizi juga,” sambung Amalia.

Pada hari terakhir, dilakukan senam bersama dan pemberian takakura kepada masyarakat Desa Suci.Harapannya dari kegiatan soser ini, semoga desa tersebut dapat segera diadakan TPA dan TPS, agar masyarakat bisa lebih tertib dalam melakukan pembuangan dan pengolahan sampah.(*)

Penulis: Nadiyah Rahmasari

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu