Sidang Universitas Dies Natalis ke-65, Rektor UNAIR: Orientasi Kita Melayani Masyarakat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Suasana Sidang Dies 65 Tahun Universitas Airlangga di Aula Garuda Mukti. (Foto: M. Ali Fauzan)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR)  menggelar sidang universitas dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-65 di Aula Garuda Mukti Kampus C, Senin (10/11). Dalam sidang tersebut, Rektor UNAIR, Prof. Mohammad Nasih menyampaikan capaian-capaian dan kontribusi UNAIR selama 65 tahun. 

Kontribusi, menurut Prof. Nasih merupakan nilai utama sebuah perguruan tinggi. Sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka, UNAIR berkomitmen untuk terus berupaya mengembangkan kontribusinya. Salah satunya dengan terus mendorong inovasi yang berorientasi pada pelayanan masyarakat. 

“Pengembangan dan inovasi kita ke depan, orientasi kita adalah inovasi-inovasi yang melayani masyarakat. Inovasi yang mempermudah kehidupan , inovasi yang kemudian meningkatkan kualitas kehidupan manusia, inovasi yang mendorong keberadaban dan inovasi yang mendorong terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Prof. Moh. Nasih dalam pidatonya.

Hal tersebut juga menjawab dua tantangan besar terkait pengetahuan dan moralitas. Dalam aspek pengetahuan, UNAIR berkomitmen mengembangkan dan mendorong terciptanya ilmu pengetahuan dan teknologi yang melayani. 

“Teknologi yang ingin kita dorong adalah teknologi yang tidak  menambah kesenjangan. Teknologi yang justru akan mempersempit kesenjangan. Dan itu sudah terbukti, teknologi kita itu teknologi untuk meningkatkan kesehatan dan masyarakat tidak perlu membayar mahal untuk itu. Masyarakatlah yang akan menerima value dari teknologi yang kita ciptakan,” jelasnya. 

Sementara itu, Prof. Nasih menyebut aspek moralitas akan menjadi kunci keberhasilan ke depannya. “Pengembangan moralitas jadi kunci keberhasilan kita ke depan. Mungkin pertumbuhan agak melambat  tapi yang terpenting adalah kenyamanan, keadilan, dan keberadaban itu,” ujarnya.

Prof. Nasih juga menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi dan dukungan baik dari mahasiswa, dosen, senat, alumni, dan semua pihak atas prestasi-prestasi yang telah diukir dalam 65 tahun itu. 

Di antaranya, academic reputation UNAIR menduduki urutan  4 di Indonesia dan 401 di dunia; di bidang employer reputation menduduki urutan 4 di Indonesia dan 393 di dunia; dan di bidang international student, UNAIR urutan 4 di Indonesia dan 601 di dunia.

Tak hanya itu, 73% program studi  telah terakreditasi A dengan 17 prodi terakreditasi internasional.  UNAIR juga memiliki 15 prodi yang menyelenggarakan double degree. Di bidang penelitian, UNAIR telah  publish 1.386 publikasi dan menempati posisi 8 di Indonesia untuk kinerja publikasi internasional, serta memiliki 300 kolaborasi internasional.

Applause untuk kita semua. Mohon supportnya, mohon kerja samanya. Tugas kita ke depan masih sangat panjang, dan sangat berat untuk bermacam hal yang kita harapkan,” tutup Prof. Nasih.  

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan soft launching produk Stem Cell dan Cangkang Kapsul oleh Menristek serta diumumkannya lima program studi baru Fakultas Teknik oleh Rektor UNAIR secara resmi. 

Untuk diketahui, Sidang Universitas tersebut dihadiri Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro sebagai orator, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang menerima penghargaan alumni berpresatsi 2019, dan Chairul Tanjung . Termasuk segenap civitas akademika UNAIR yang mengenakan pakaian adat daerah asal.  

Penulis: Lailatul Fitriani

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu