Mahasiswa FKp UNAIR Boyong Empat Penghargaan Jombore Kesehatan Jiwa 2019

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Tim FKp UNAIR saat menerima penghargaan dalam jambore kesehatan. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Meski tampil perdana dalam ajang Jambore Kesehatan Jiwa (Keswa), kontingen mahasiswa Prodi Magister Keperawatan Jiwa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp UNAIR) memperoleh hasil yang positif. Jambore ke-4 tahun ini yang berlangsung selama 7-8 November 2019 di Bumi Perkemahan Sumberboto, Jombang, Jawa Timur, menjadi momentum bagi FKp UNAIR untuk menunjukkan kiprahnya dan langsung berhasil memboyong empat perhargaan sekaligus.

Iskandar, S.Kep,Ns., selaku koordiantor rombongan menjelaskan bahwa Jambore Keswa yang mereka ikuti itu merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Komunitas Peduli Sehat Jiwa dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. “Kita dari FKp Unair baru berpartisipasi tahun ini. Kami tidak terlalu menargetkan banyak hal, bisa bertemu dengan rekan-rekan pejuang kesehatan jiwa di sini saja sudah sangat bersyukur,” ungkap mahasiswa angkatan M-12 tersebut.

Menurutnya, peserta yang berpartisipasi berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), kader kesehatan jiwa, tenaga kesehatan, institusi penyelenggara pendidikan tinggi kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat umum. Tim FKp UNAIR mengikuti berbagai perlombaan yang terbagi dalam kategori institusi pendidikan.

“Hasilnya, ada empat mata lomba yang mendapatkan penghargaan,” tandasnya.

Pertama, sambungnya, dari kategori penyusunan program inovasi, FKp UNAIR berhasil mendapat penghargaan sebagai “Institusi Pendorong Inisiasi Inovasi Kesehatan Jiwa Masyarakat Terinovatif.” Raihan ini, tandasnya, diperoleh berkat SI-CANTIK (Sistem Informasi – Caring and Terapeutik). Sebuah program inovasi layanan publik bidang kesehatan jiwa berbasis aplikasi Android,  dengan fitur yang memudahkan masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan jiwa.

Kedua, jelasnya, mendapat penghargaan Gold Medal dari Lomba Penyusunan Program dan Poster. Torehan ini berkat metode 4T dan 1P untuk pencegahan bunuh diri. Nama metode itu  merupakan singkatan dari Talk (curhatlah masalahmu pada orang terdekat); Think (berpikir positif, yakin semua masalah ada solusinya); Throng (bergaulah dengan teman & keluarga); Tachful (bijakasana menghadapi masalah); dan Pray (berdoa memohon petunjuk Tuhan).

“Penghargaan Gold Medal yang ketiga dan keempat, semuanya dari cabang olahraga atau kegiatan oubound,” pungkasnya.

Penulis: Saverinus Suhardin (Mahasiswa Magister Keperawatan)

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu