Dr. Djazuli: Masalah Kesehatan Adalah Tanggung Jawab Semua Sektor

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Dr. DJAZULI Chalidyanto, S.KM, M.ARS ketika memaparkan materi tentang kesehatan dalam acara ACLCC 2019 di Gedung Siola Lantai 4 pada Sabtu (9/11/19). (Foto : istimewa)

UNAIR NEWS – “Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan keadaan fisik. Bicara kesehatan berarti juga menyangkut masalah mental, spiritual dan sosial,” Dr. Djazuli Chalidyanto, S.KM, M.ARS selaku Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM UNAIR).

Pernyataan itu sesuai dengan definisi kesehatan menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009. Melihat definisi tersebut, maka bisa dikatakan bahwa masalah kesehatan tidak hanya ditangani oleh orang kesehatan (orang yang paham kesehatan, Red) namun dibutuhkan kerja sama berbagai sektor.

“Melihat Undang-Undang ini (UU No 36 Tahun 2009, Red) artinya urusan kesehatan itu  bukan hanya urusan orang kesehatan. Fisik misalnya, di Indonesia ada namanya Kemenpora yang mengatur tentang olahraga, mental yang aspeknya sangat luas, juga termasuk spiritual dan sosial maka perlu kerja sama semua sektor,” ucap Dr. Djazuli Chalidyanto, S.KM, M.ARS, dalam acara ACLCC 2019.

Selain itu, Dr. Djazuli Chalidyanto, S.KM, M.ARS juga menambahkan bahwa dalam keadaan sehat, seseorang juga harus bisa hidup produktif. Hal itu dikarenakan seseorang yang keadaannya sehat belum tentu bisa produktif dalam hidupnya. Sehingga, pembangunan kesehatan yang harus dilakukan tidak hanya fokus untuk membuat seseorang menjadi sehat tetapi harus bisa menciptakan seseorang yang sehat dan hidup produktif.

“Jadi pembangunan kesehatan itu bukan sekedar untuk menciptakan orang sehat tapi menciptakan orang yang produktif, itu yang tercantum dalam Undang-Undang kesehatan,” ujarnya di Gedung Siola Lantai 4 pada Sabtu (9/11/19).

Lanjutnya, Di Indonesia banyak masalah kesehatan yang perlu dibenahi. Menurut data Riskesdas (Riset kesehatan dasar, Red) terdapat peningkatan jumlah penderita penyakit tidak menular (PTM, Red) seperti hipertensi, stroke dan lain sebagainya. Pada tahun 1990 jumlah penderita PTM sebesar 37%, tahun 2000 jumlahnya 49% dan tahun 2010 jumlahnya 58%. Peningkatan tersebut disebabkan oleh perilaku masyarakat yang kurang memperhatikan kesehatan tubuhnya.

Tidak hanya penyakit tidak menular, masalah kecelakaan lalu lintas juga menjadi problem yang perlu diselesaikan. Namun untuk mengatasi dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia diperlukan kerja sama dari berbagai pihak seperti Dinas Perhubungan, Kepolisian dan Dinas Kesehatan. Solusi yang bisa dilakukan adalah memperbaiki perilaku diri sendiri yaitu mematuhi peraturan lalu lintas.

Dalam acara ACLCC 2019 itulah Dr. Djazuli berpesan bahwa masalah kesehatan tidak dapat terselesaikan apabila hanya orang kesehatan yang peduli. Ia berkali-kali menekankan bahwa perlu adanya kerja sama semua pihak untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan sehingga derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat.

“Ini (masalah kesehatan, Red) adalah problem bagi kita semua, tidak hanya orang kesehatan tapi kita semua,” tegasnya. (*)

Penulis: Dita Aulia Rahma

Editor: Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu