Mantapkan skill, HMKH UNAIR Banyuwangi Adakan Pelatihan Ovariohysterectomy

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
drh. Thohawi saat memberikan pelatihan kepada mahasiswa HMKH. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – OH (Ovariohysterectomy) adalah salah satu proker divisi Wild Domestic and Animal Care (WDAC) Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) PSDKU UNAIR di Banyuwangi. Kegiatan ini bertujuan sebagai wadah untuk menyalurkan minat dan bakat mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan yang mencangkup dunia hewan peliharaan. Serangkaian acara berlangsung selama kurang lebih tiga minggu dan diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Unair Banyuwangi.

“Jadi event ini merupakan salah satu upaya dari kami (WDAC) untuk memfasilitasi rekan mahasiswa FKH yang memang memiliki ketertarikan lebih di ranah hewan kesayangan,” ujar Nurin Ardhiani selaku ketua OH 2019.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, serangkaian acara OH tahun ini tersusun secara sistematis dengan kolaborasi yang lebih menarik. Bukan sekedar pembekalan materi, tetapi panitia juga menyajikan demo Ultrasonografi medis (USG) sebagai salah satu penunjang di OH tahun ini. Hal tersebut bertujuan untuk lebih memahamkan para peserta sehingga mampu mengidentifikasi dan memiliki gambaran terkait organ-organ reproduksi.

“Alasan kami memilih kucing sebagai objek OH karena kami (WDAC) sedari dulu sudah bersinergi untuk menggalakkan program sterilisasi guna menghindari perkawinan ataupun kebuntingan yang tidak diinginkan. Sehingga, diharapkan tidak ada lagi kucing tak bertuan yang berkeliaran dan kehilangan hak animal welfare itu sendiri,” pungkas Nurin.

Disisi lain, terbatasnya jumlah kuota yang disediakan panitia OH tahun ini, secara otomatis menarik antusias mahasiswa untuk dapat mengikuti kegiatan ini. Namun pada hakikatnya, event ini ditujukan agar mahasiswa FKH dapat mengetahui lebih dalam terkait tata cara operasi yang baik dan benar sekaligus menyelami akan pentingnya Ovariohyterectomy pada hewan.

“Disini mahasiswa bukan hanya melihat dan mendengar materi saja. Tetapi, peserta juga dapat praktik secara langsung perihal tata cara merawat kucing yang telah disteril selama masa pemulihan,” ujarnya.

Tak tanggung-tanggung, panitia juga menghadirkan beberapa pemateri yang berkompeten di bidang ilmu bedah klinik, diantaranya Muh. Thohawi EP, drh., M.Si. , Aditya Yudhana, drh., M.Si. , Ratih Novita Praja, drh., M.Si. , Bodhi Agustono, drh., M.Si. , dan Tridiganita Intan Solikhah, drh., M.Si.

Saat ditanya UNAIR NEWS, Thohawi mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan banyak keuntungan dari bebagai segi dan pihak manapun. Selain itu, Mahasiswa juga diajak untuk merasakan atmosfer dari kegiatan operasi yang tentunya bermanfaat untuk melatih secara mental dan psikis sebagai seorang calon dokter hewan.

“Disamping teori, praktik itu amat sangat penting. Jadi saya rasa acara ini bukan sekedar kebutuhan semata, tetapi juga sebagai media pembelajaran perihal penyempurnaan peran profesi seorang dokter hewan dimasa mendatang,” tutur Thoohawi. (*)

Penulis: Cynthia Retno Wulandari

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu