Kurangi Potensi Stunting di Jawa Timur, UNAIR Luncurkan Aplikasi AMBC

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ILUSTRASI program untuk membuat aplikasi. (Foto: unsplash.com)
ILUSTRASI program untuk membuat aplikasi. (Foto: unsplash.com)

UNAIR NEWS – Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan angka stunting yang tinggi. Sebagai bentuk kontribusi dalam mengurangi stunting, Universiats Airlangga (UNAIR) meluncurkan inovasi berupa aplikasi AMBC (Airlangga Mom and Baby Care).

Aplikasi yang digagas oleh Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) UNAIR tersebut menjawab dua tantangan besar di Jawa Timur. Yaitu, mengurangi angka stunting sekaligus potensi kematian ibu hamil dan bayi.  

“Aplikasi ini tujuannya ada dua. Untuk mengurangi potensi angka kematian ibu dan bayi. Dan, mengurangi potensi stunting di Jawa Timur karena Jawa Timur ini angka stuntingnya paling tinggi. Maka, kita coba cari solusi melalui inovasi, yaitu aplikasi AMBC ini,” terang Sani Iman Pribadi, programmer aplikasi AMBC saat ditemui UNAIR News di gedung Airlangga Convention Center, Sabtu (2/10/2019).

Sani menyebut AMBC sebagai aplikasi analitic yang mampu menganalisis data untuk kemudian memberikan peringatan dini. “Jadi, ini berupa big data analitic. AMBC tidak hanya sekadar collect data, tetapi juga analitic. Dia memiliki kecerdasan yang ditanamkan ke sistem sehingga bisa menganalisa data ibu hamil dan anak tersebut. Kemudian, sistem akan memperingatkan dengan mengirimkan notifikasi secara periodik melalui email,” jelasnya.

Fitur dalam aplikasi tersebut dibuat seperti kartu kontrol ibu hamil serta kartu menuju sehat. Terdapat monitoring gizi anak, infomasi berupa artikel ilmiah oleh ahli-ahli UNAIR dan juga infografis seputar kesehatan berupa gambar-gambar yang mudah dipahami.

“Fiturnya kita bikin seperti kartu kontrol yang biasa ibu hamil bawa ketika kontrol sama kartu menuju sehat untuk menghitung berat badan ibu dan anak, tekanan darah dan sebagainya. Karena dua hal itu yang menurut kami paling menjadi parameter sehat atau tidaknya ibu hamil maupun bayi baru lahir,” ungkap Sani.

Untuk saat ini, Sani menyebut aplikasi AMBC bisa diunduh di halaman registrasi online acara pengmas “Periode Emas 1000 Hari Pertama Kehidupan” di laman LPPM UNAIR. “Untuk saat ini bisa di-download di halaman registrasi online-nya acara ini di halaman home LPPM UNAIR. Selanjutnya pasti akan ada di Playstore. Karena ini baru soft launching dan konsepnya masih belum benar-benar matang, ya, tinggal menunggu waktu saja,” tuturnya.

Peluncuran awal sekaligus pengenalan aplikasi AMBC telah dilakukan dalam acara pengmas dies natalis UNAIR pada Sabtu (2/10/2019). Acara di Gedung Airlangga Convention Center, Kampus C, UNAIR itu dihadiri para ibu hamil, calon pengantin, dan bayi di bawah lima tahun. (*)

Penulis: Lailatul Fitriani

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu