Dr. Sri Sumarmi: Cegah Stunting Harus Dimulai Sejak Belum Menikah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PROF. Dr. Sri Sumarmi saat menjadi pembicara dalam talkshow acara Periode Emas 1000 Hari Pertama Kehidupan di Gedung Airlangga Convention Center, Sabtu (2/10). (Foto: Fitri).
PROF. Dr. Sri Sumarmi saat menjadi pembicara dalam talkshow acara Periode Emas 1000 Hari Pertama Kehidupan di Gedung Airlangga Convention Center, Sabtu (2/10). (Foto: Fitri).

UNAIR NEWS – Stunting menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Untuk pencegahannya, Dosen Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) Prof. Dr. Sri Sumarmi menyebut harus dilakukan sejak sebelum menikah.

“Sebenarnya prinsipnya adalah mencegah stunting itu, ya harus dipersiapkan sebelum hamil,” tutur Sri Sumarmi saat mengisi talkshow dalam acara “Periode Emas 1000 Hari Pertama Kehidupan” pada Sabtu (2/11/2019) di Gedung Airlangga Convention Center, UNAIR.

Calon pengantin, sebutnya, harus diberi pemahaman untuk menyiapkan kehamilan sejak dini. Mulai memperbaiki gizi sebelum hamil hingga menyiapkan mental secara psikologis.

“Calon pengantin harus benar-benar dipersiapkan. Jadi, sebelum hamil perbaiki gizi ibunya, siapkan secara psikologis dan juga diberikan pengetahuan tentang kehamilan,” imbuhnya.

Pada acara itu, ia menjelaskan pentingnya tahap awal kehamilan dalam menentukan pertumbuhan janin dalam kandungan.

“Banyak terjadi kegagalan saat proses implantasi, yaitu menempelnya calon janin ke rahim. Itulah kenapa saya menekankan harus dipersiapkan sebelum hamil karena proses implantasi tidak mungkin ter-cover jika sasarannya ibu hamil, maka sasarannya ya calon pengantin,” jelas Dr. Sri Sumarmi.

Proses implantasi kemudian akan terbentuk plasenta, tambahnya. Plasenta itu berperan dalam menyalurkan makanan ke janin.

“Kalau plasenta itu tidak berkembang dengan baik, plasentanya kecil, meskipun ibunya makan banyak, makanannya hanya akan numpuk jadi lemak, tapi tidak ditransfer ke janin. Nah, salah satu penyebab stunting, yaitu pertumbuhan dalam kandungan terhambat karena asupan gizi yang tidak tercukupi,” paparnya.

Terkait hal itu, intervensi di awal kehamilan dengan mikronutrien perlu dicukupi. Tidak harus berasal dari suplemen, makanan mengandung vitamin dan mineral penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

“Mikoronutrien itu bisa didapatkan dari makanan yang mengandung vitamin dan mineral. Untuk awal kehamilan yang paling penting itu Zinc. Makanan yang kaya Zinc itu kerang, daging segar. Tapi justru seringnya orang hamil menjauhi kerang,” tukasnya.

Kepada calon pengantin yang hadir dalam talkshow itu, Dr. Sri Sumarmi mengimbau agar mempersipakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dimulai saat terjadi pembuahan hingga anak berusia dua tahun.

“Maka, baiknya dipersiapkan sejak sebelum menikah. Apa yang disiapkan? 1.000 HPK itu karena itu adalah saat yang penting untuk mempersiapkan bayi yang lahir menjadi anak yang berkualitas,” pungkasnya. (*)


Penulis: Lailatul Fitriani

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu