Dekan FISIP: Ilmu Informasi dan Perpustakaan Salah Satu Prodi Paling Prospektif

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
DEKAN FISIP UNAIR, Dr. Falih Suaedi, Drs., M.Si. (dua dari kanan) saat memberikan sambutan dalam acara kuliah tamu Prof. Sinn-Cheng Lin, Ph.D dari Tamkang University Taiwan). (Foto: istimewa)
DEKAN FISIP UNAIR, Dr. Falih Suaedi, Drs., M.Si. (dua dari kanan) saat memberikan sambutan dalam acara kuliah tamu Prof. Sinn-Cheng Lin, Ph.D dari Tamkang University Taiwan). (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Hadirnya era informasi di abad 21 telah membawa dampak dan perubahan besar di berbagai aspek kehidupan, terlebih teknologi informasi terus mengalami kemajuan. Kini informasi menjadi kebutuhan masyarakat yang tidak dapat terhindarkan. Bahkan, informasi telah menjadi komoditas yang bersifat strategis dan memiliki nilai guna.

Kian masifnya informasi akan menimbulkan terjadinya ledakan informasi yang dapat menyulitkan pengguna dalam proses penemuan kembali informasi. Karena itu, program studi ilmu informasi dan perpustakaan (IIP) hadir sebagai jawaban dari kompleksitas era informasi yang akan terus berkembang hingga masa mendatang.

Meski prodi IIP sempat dipandang sebelah mata dan dinilai tak memiliki prospek menjanjikan bagi lulusannya pada masa depan, kini anggapan tersebut perlahan mulai berubah. Hal itu disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) Dr. Falih Suaedi, Drs., M.Si.

Pada acara kuliah tamu oleh Prof. Sinn-Cheng Lin, Ph.D dari Department of Information and Library Science Tamkang University, Taiwan, Falih menyampaikan bahwa saat ini informasi menjadi aset penting yang akan terus dikaji. Ia bahkan mengupayakan agar prodi IIP segera membuka program magister atau S2.

“Ke depan program studi ini harus segera mempunyai program S2. Sebab, semua yang kita lakukan saat ini tidak terlepas dari informasi, itu kata kuncinya. Peminatan IIP bisa jadi tidak hanya perpustakaan. Informasi telah masuk ke berbagai ranah kehidupan tidak hanya di perpustakaan, tapi juga di kebijakan publik, bisnis, pemerintahan,” terang Falih.

Tidak hanya berorientasi pada kemampuan dalam menciptakan sistem pengumpulan, pengolahan, dan penemuan kembali informasi, prodi IIP juga menekankan pada pengemasan informasi, penyebaran informasi dengan kekuatan marketing yang didukung oleh teknologi informasi. Sehingga lulusan prodi IIP diharapkan memiliki kompetensi dalam menciptakan sistem penemuan, pengolahan, hingga penyebaran informasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Ke depan, aset utama kita adalah informasi dan program studi IIP ada di dalamnya. Tahun depan UNAIR membuka lima prodi teknik, semuanya berbasis pada informasi, ada data science, data mining, robotic, artificial intelligent, dan seterusnya,” sebut dosen Administrasi Negara UNAIR itu.

Keberadaan pusat informasi seperti perpustakaan, badan arsip, dokumentasi, serta layanan jasa informasi diprediksi akan memiliki peran penting dan semakin dibutuhkan. Falih berharap mahasiswa IIP, khususnya di UNAIR akan menjadi lulusan yang kompeten dan mampu bersaing secara global.

“Jadi, saya berharap kedatangan Prof. Sinn hari ini memotivasi Anda (mahasiswa IIP, Red) untuk bekerja lebih keras, lebih tekun, jangan setengah-setengah masuk program studi ini. Karena jujur saja harus saya akui salah satu program studi di fakultas ini yang paling prospektif adalah ilmu informasi dan perpustakaan,” tuturnya. (*)

Penulis: Zanna Afia

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu