Jadi Sosok Inspiratif, Nadya Valerie Bagikan Tips Untuk Tetap Positif Jalani Kehidupan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
NADYA Valerie S.H., M.Kn ketika membagikan kisah inspiratifnya kepada peserta Seminar Hari Kesehatan Nasional di Zoom Hotel Dharmahusada Surabaya pada Minggu (3/11/19). (Foto : istimewa)

UNAIR NEWS – Setiap kehidupan manusia tidak pernah lepas dari cobaan atau ujian. Hal tersebut tentu membuat sebagian orang merasa hidupnya tidak lagi berguna. Tetapi bagi seorang Nadya Valerie S.H., M.Kn sebuah ujian kehidupan mampu membuatnya menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang.

Nadya Valerie S.H., M.Kn merupakan seorang wanita berusia 23 tahun yang sedang berjuang melawan penyakit kanker dalam tubuhnya. Ketika diundang menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Hari Kesehatan Nasional pada Minggu (3/11/19), wanita yang akrab disapa Nana tersebut membagikan kisah inspiratifnya kepada peserta yang hadir di acara seminar itu.

Dalam keadaannya sekarang, Nana mampu menunjukkan bahwa ia masih bisa berprestasi di bidang akademik. Terbukti, ketika ia diwisuda pada bulan September kemarin, Nana menjadi lulusan terbaik ke-tiga Magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Airlangga (UNAIR).

Dia mengakui bahwa dalam keadaan sakit banyak kegiatan yang tidak bisa ia lakukan. Berbeda ketika tubuh dalam keadaan sehat, maka kegiatan yang dilakukan bisa lebih bervariasi dan lebih produktif.

“Aku bisa bilang ketika sehat, aku jauh lebih produktif, ketika aku sakit banyak hal yang harus aku korbankan. Contohnya sebelum sakit aku kerja kantoran, secara otomatis sekarang udah gak bisa kerja kantoran lagi,” ucapnya ketika berada di Zoom Hotel Dharmahusada Surabaya.

Tidak hanya berbagi tentang perjalanan hidupnya, dia juga memberikan tips agar bisa menjadi manusia yang berpikiran positifdalam keadaan sakit sekalipun. Menurutnya, ada dua hal penting untuk tetap memiliki pikiran yang positif yaitu accept (menerima) dan fight (berjuang).

Nana mengungkapkan, tidak mudah untuk menerima kenyataan pahit dalam hidupnya. Namun dengan menerima apa yang terjadi maka kita (manusia, Red) bisa melanjutkan hidup ke tahap selanjutnya.

“Kita gak bakal bisa lanjut ke step berikutnya kalau kita gak menerima keadaan kita dulu,” tuturnya.

Tidak cukup hanya dengan menerima keadaan, tips yang kedua adalah berjuang. Dia menambahkan sebagai manusia harus bisa survive dalam kehidupan. Karena dengan berusaha dan berjuang semua masalah bisa menjadi lebih baik.

“Bukan berarti dengan menerima, kita hanya berdiam diri di rumah. Cara hidup manusia tidak seperti itu, sama seperti ketika teman-teman (peserta seminar, Red) setiap hari pergi kuliah, bekerja, itu insting manusia yang menunjukkan kita harus survive dalam hidup ini,” tambahnya.

Nana telah membuktikan bahwa berpikiran positifsangat membantu dalam pengobatannya. Misalnya banyak orang mengatakan bahwa setelah menjalani kemoterapi seseorang akan terlihat kurus, tapi dia berhasil mematahkan omongan tersebut. Dia menunjukkan dengan tetap berpikir positif, kemoterapi tidak memberikan perubahan yang signifikan bagi tubuhnya.

Sebagai penutup, dia mengungkapkan bahwa kebahagiaan bukan ketika keadaan baik-baik saja, bukan ketika sehat, bukan ketika tidak memiliki masalah dalam hidup, tetapi ditengah kelemahan yang ada, kita bisa bermanfaat bagi orang lain dan itu adalah definisi kebahagiaan yang seutuhnya. Melalui seminar itu pula, Nana menghimbau bahwa kesehatan merupakan hal yang penting untuk dijaga dan dipertahankan. (*)

Penulis : Dita Aulia Rahma

Editor : Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu