Bincang Santai Bahas Media dan Self-Branding bersama Gloria Hamel

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
GLORIA Hamel saat berbagi ilmu dan pengalaman dalam AMINOR 2019. (Foto: Intang Arifia)
GLORIA Hamel saat berbagi ilmu dan pengalaman dalam AMINOR 2019. (Foto: Intang Arifia)

UNAIR NEWS – Mengikuti perkembangan zaman serta tuntutan untuk mengenal teknologi dan turunannya, Kementerian Komunikasi dan Informasi BEM Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar Airlangga Media Seminar and Workshop (AMINOR). Acara di Gedung Amec Fakultas Kedokteran pada Sabtu (2/10/19) tersebut mendatangkan tiga pengisi utama, yang salah satunya adalah Gloria Hamel selaku influencer muda dan mantan Paskibraka Nasional 2016.

Mendengar nama Gloria Natapradja Hamel mungkin kurang akrab di telinga beberapa orang, tapi saat mendengar kalimat mantan Paskibraka Nasional yang batal tampil karena kewarganegaraan ganda, mungkin hampir semua orang mengetahuinya. Title yang didapat Gloria tersebut sedikit banyak menjadi hal yang dibahas dan dikaitkan dengan perannya kini sebagai seorang influencer.

“Hal yang paling penting sebelum kalian melangkah dan memanfaatkan media sosial adalah kalian harus tahu dulu siapa diri kalian sendiri. Kalian tahu aku dulu pengen banget jadi dokter, padahal nilai akademik nggak bagus-bagus amat, hobinya gaming,” ungkap mantan penasihat muda istana negara tersebut.

Sejak insiden Paskibraka Nasional yang membuat namanya disorot, Gloria semakin mencoba untuk menemukan jati diri hingga akhirnya jurusan hubungan internasional menjadi passion yang dia akui. “Aku nggak percaya bakat. Aku percaya semua hal itu bisa diusahain asal ada niat. Tapi untuk menemukan jati diri yang ingin kalian bangun, kalian harus bisa nemuin titik temu antara apa yang kamu suka dan apa yang kamu bisa,” jelas mahasiswi Hubungan Internasional tersebut.

Gloria mengungkapkan bahwa setelah menemukan passion-nya, dia ingin melakukan re-branding atas title yang selama ini masyarakat berikan padanya melalui media sosial.

“Awalnya pengin banget ngilangin stigma ‘paskibraka gagal’ dari diri aku. Tapi setelah berjalannya waktu, hal itu bisa kubilang sulit. Karena di titik tersebut orang-orang mengenal Gloria. Maka dari itu, aku ingin membangun citra lain dengan jalan berbagi melalui medsos,” ujarnya.

Sejak beberapa tahun ini Gloria aktif untuk berbagi informasi dan pendapat baik dalam bidang sosial, budaya, politik, hingga kesehatan mental. Konten tersebut dapat diakses melalui Instagram pribadi maupun akun youtube Gloria.

“Setiap influencer pada dasarnya punya kapasitasnya masing-masing. Tapi aku orang yang berprinsip untuk berbagi hal-hal baik yang perlu dibagi. Intinya adalah, pinter loe nggak akan berguna kalau nggak loe bagi,” ungkap Duta Kemenpora tersebut.

Gloria mengungkapkan bahwa generasi muda harus lebih peka terhadap sekitar dan menggunakan media sosial secara kritis. Selain itu, apabila nanti telah mampu menjadi sosok yang didengar, hendaknya kita harus mampu mempertanggungjawabkan apa yang kita bagi.

Influencer tanggung jawabnya adalah berbagi dengan masyarakat. Tapi, terlepas dari itu semua, kalian sendiri yang memilih baik buruknya. Kalian yang membentuk iklim ruang publik. Karena yang memegang hak tombol follow  dan like itu kalian,” kata Gloria.

Selain berbagi mengenai isu terkini, Gloria membuka kolom curhat yang dia namakan CURHARD pada laman Instagram-nya. Kolom tersebut dia gunakan untuk tempat berbagi dan mendengarkan bagi pengikutnya yang mengalami mental illness maupun masalah yang lain.

“Salah satu pengikutku, bahkan bilang dia nggak jadi bunuh diri karna balesanku di CURHARD. Aku bener-bener amazed. Sebegitu kuatnya pengaruh media sosial jika kalian bisa menggunakannya dengan tepat. Dan kalian harus tau itu,” pungkasnya. (*)

Penulis: Intang Arifia

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu