Belajar Racikan Sukses Berbisnis Ala Putri Tanjung dalam IDSC 2019

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
PUTRI Tanjung saat memberi materi di Airlangga Convention Center pada Kamis (31/10/19). (Foto: Maftuh Amien)
PUTRI Tanjung saat memberi materi di Airlangga Convention Center pada Kamis (31/10/19). (Foto: Maftuh Amien)

UNAIR NEWS – Seminar International Development Students Conference (IDSC) kembali digelar oleh BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR. Acara di Airlangga Convention Center pada Kamis (31/10/19) tersebut mendatangkan salah seorang tokoh muda yang berhasil menginspirasi lebih dari 60.000 anak muda untuk memulai bisnis. Tidak lain dan tidak bukan adalah Putri Indahsari Tanjung.

CEO Creativepreneur Event Creator tersebut mengawali materinya dengan menceritakan bagaimana latar belakang keluarga tidak lantas membuat Putri mudah untuk memulai semua usahanya. “Sejak kecil aku selalu dibayang-bayangi nama besar ayah. Bahkan, dulu waktu sekolah banyak yang nge-bully karena itu. Dan, rasa dendam buat ngebuktiin itu yang jadi pelecut semangatku buat berbisnis,” ujarnya.

Memulai usahanya pada usia 15 tahun, Putri mengakui bahwa usaha pertamanya adalah birthday planner kecil-kecilan tanpa modal. Di saat itu, dia mempresentasikan usahanya tersebut di depan orang tua sahabatnya. Keuntungan pertama yang dihasilkan Putri pun hanya sebesar lima belas ribu rupiah.

“Dari situ, aku ketagihan buat bikin-bikin acara. SMA sering ikut organisasi, event-event. Hingga di tahun 2015 mulai muncul istilah creativepreneur. Aku akhirnya tertarik untuk memulai ide bisnis yang mengajak anak muda untuk berbisnis, tapi dengan cara yang entertaining,” kata CEO Kreavi tersebut.

Putri mengungkapkan pada masa itu, idenya kerap mendapat penolakan dari investor. Namun, setelah berkali-kali mencoba dan gagal, akhirnya pada tahun 2018, Putri memutuskan untuk fokus ke agensi creativepreneur. Hingga kini, Creative Corner yang digagas Putri telah berkelana ke 10 kota dan menginspirasi 60.000 pemuda yang lima persen di antaranya benar-benar berhasil menjadi entrepreneur.

“Jadi, beberapa hal yang perlu kalian pahami adalah sukses itu tidak instan. Bahkan bisa aku bilang bisnis itu never ending marathon. Karena sampai sekarang pun aku dan bisnisku masih terus dan terus memperbaiki diri,” Jelas Putri.

Putri di samping itu memberikan tips bagaimana mencari modal jika kita sama sekali tidak memiliki investor. Generasi muda harus mau untuk terbuka dan menjalin relasi sebanyak mungkin. Karena seperti halnya Putri yang modal pertamanya hanya ibunya temen, relasi akan membuka peluang untuk mendapat modal.

“Meski kita masih muda, dan seperti aku yang dulunya sering ditolak dan diragukan, kalian harus jadiin itu sebagai kekuatan. Karena generasi muda seperti kita-kita ini yang biasanya punya ide-ide fresh dan out of the box untuk mengatasi permasalahan di Indonesia,” katanya.

Putri menekankan bahwa Indonesia masih butuh banyak entrepreneur untuk mengisi pasar. Sehingga dia mendorong peserta seminar untuk selalu berkolaborasi, melihat peluang, optimistis, dan selalu belajar dan belajar. Jangan pernah terintimidasi oleh usia, pesaing, maupun cibiran dari orang lain.

“Tiap orang punya racikan suksesnya sendiri!” pungkasnya. (*)


Penulis: Intang Arifia

Editor: Feri Fenoria

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu