Bagaimanakah Komposisi Pembiayaan yang Efisien pada Bank Umum Syariah?

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh harapan rakyat

Pengelolaan suatu institusi bisnis apapun, jika ingin sustainable, tentulah harus memperhatikan tingkat efisiensi dan efektifitas pengelolaannya. Tidak terkecuali pada bisnis bank umum syariah di Indonesia. Salah satu tantangan pokok pengelola bank syariah adalah untuk mencari komposisi portofolio efisien pada pembiayaan bank umum syariah. Jika pengelola bank salah mengalokasikan pembiayaan maka bisa berakibat fatal. Karena tiap tiap jenis pembiayaan memiliki karakteristik yang berbeda beda. Ada kontrak pembiayaan yang memiliki karakteristik tinggi risiko tapi juga menjanjikan keuntungan yang tinggi, disamping ada juga jenis akad pembiayaan yang sebaliknya, risikonya kecil tapi keuntungannya juga kecil.

Untuk mencari titik keseimbangan komposisi pembiayaan di bank syariah agar dapat diperoleh tingkat keuntungan yang optimal tapi dengan tingkat risiko yang rasional, dikenal adanya teori portofolio efisien yang dikenalkan oleh ahli keuangan kenamaan, Markowitz, asal Amerika. Teori ini adalah suatu teori portofolio modern yang digunakan untuk menganalisis pembentukan suatu kombinasi komposisi dari beberapa instrumen investasi sehingga dapat membentuk titik-titik kombinasi portofolio yang efisien pada garis efficient frontier. Pengukuran komposisi portofolio efisien dalam penelitian ini menggunakan tingkat keuntungan, standar deviasi, varian-kovarian, koefisien korelasi dan koefisien variasi dari beberapa instrumen investasi untuk kurun waktu tahun 2011-2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan model portofolio Markowitz yang diolah dengan software Microsoft Excel menggunakan aplikasi Solver.

Tahap pertama adalah pembentukan komposisi portofolio yang efisien dengan menghitung nilai rata-rata keuntungan/return, standar deviasi, nilai kovarian dari keseluruhan jenis investasi pembiayaan, kemudian dapat dibentuk kombinasi portofolio efisien menggunakan aplikasi Solver dengan pembatasan (constrain) tertentu. Dari hasil perhitungan ini dapat disimpulkan bahwa pembiayaan ijarah mayoritas memiliki proporsi terkecil dibandingkan dengan pembiayaan lainnya, meskipun return pembiayaan ijarah pada bank umum syariah menyumbang kontribusi paling besar. Terjadi hal demikian dikarenakan dalam penelitian ini penulis menggunakan teori portofolio efisien Markowitz, dimana faktor yang menjadi objek penelitian hanya terfokus pada risk dan return saja sedangkan faktor-faktor lain diabaikan.

Oleh karena data rata-rata return pembiayaan ijarah mempunyai fluktuasi return yang cukup ekstrim, dimana antara angka level tertinggi dengan angka level terendah sangat jauh jaraknya, maka dengan range yang sangat lebar tersebut hasil perhitungan menggunakan teori portofolio Markowitz dihasilkan risiko yang tertinggi yang diikuti oleh rata-rata return juga tertinggi bila dibandingkan dengan pembiayaan lainnya. Sehingga dalam pembentukan portofolio efisien, pembiayaan ijarah harus diturunkan hingga proporsi yang terendah dibandingkan dengan pembiayaan lainnya.

Portofolio optimal dapat ditentukan dengan dua cara, yaitu memilih tingkat return ekspektasian tertentu dan kemudian meminimumkan risikonya, atau menentukan tingkat risiko yang tertentu dan kemudian memaksimumkan return ekspektasinya. Investor yang rasional akan memilih portofolio efisien ini karena merupakan portofolio yang dibentuk dengan mengoptimalkan satu dari dua dimensi, yaitu return ekspektasi atau risiko portofolio.

Dari grafik yang digambarkan pada Gambar diatas  dapat diketahui bahwa Bank Syariah Mandiri yang ditujukkan pada nomor  3 merupakan kombinasi proporsi portofolio yang paling efisien dibandingkan dengan bank lainnya. Dimana pada titik tersebut dengan risiko yang relatif hampir sama, namun return ekspektasian pada nomor 3 lebih tinggi dibandingkan dengan return ekspektasian nomor 8. Sama halnya dengan titik nomor 2 dan 5, karena dengan return ekspektasian  yang sama, risiko portofolio nomor 3 lebih kecil dibandingkan dengan risiko portofolio nomor 2 dan 5.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bank Syariah Mandiri memiliki kombinasi proporsi portofolio paling efisien dibandingkan dengan bank lainnya dengan tingkat keuntungan yang diharapkan sebesar 11,5%, tingkat risiko 1,48% dan koefisien variasi terendah yaitu 0,128 terdiri dari 92,82% pembiayaan mudharabah-musyarakah, 0% pembiayaan murabahah, 0,86% pembiayaan ijarah dan 6,32% pembiayaan istishna.

Penulis: Dr. NISFUL LAILA SE., M.Com.

Untuk membaca paper ini lebih lanjut, dapat dilihat melalui tulisan ini di:

http://doi.org/10.9770/jesi.2019.7.1(3)

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu