Nurul Aulia : Hijrah Itu tidak Hanya Butuh Proses Tapi Juga Progres

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SUASANA saat penyampaian materi pada Seminar Nasional Kemuslimahan di Aula Parlinah Perpustakaan Kampus B UNAIR, pada Sabtu (11/02/2019). (Foto : Nikmatus Sholihah)

UNAIR NEWS – Sentra Kerohanian Islam (SKI) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) bekerja sama dengan SKI Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengadakan Seminar Nasional Kemuslimahan pada Sabtu (11/02/2019). Mengangkat tema “Hijrah: Be The New You”, seminar itu dilaksanakan di Aula Parlinah Perpustakaan Kampus B. Nurul Aulia sebagai ketua pelaksana menuturkan bahwa pemilihan tema itu ditujukan agar manusia harus selalu be the new you atau menjadi diri yang lebih baik setiap harinya dengan tidak merasa selalu baik.

Seminar yang diikuti 85 muslimah se-Surabaya itu menghadirkan dua pembicara, yaitu Meyda Safira dan Ustazah Nuri Fauziah. “Ini merupakan kolaborasi pemateri yang epic. Sebagai aktivis dakwah muda, Meyda diharapkan mampu memberikan materi yang mudah diterima oleh mahasiswa. Sedangkan Ustazah Nuri akan menjelaskan fenomena hijrah dari psikolog,” jelas Auli, sapaan akrabnya.

Sebagai pemateri utama, Meyda menceritakan pengalamannya dalam proses berhijrah. Pemeran Husna dalam film Ketika Cinta Bertasbih itu menuturkan bahwa sebagai seorang perempuan, kita harus mampu menghargai diri sendiri. Salah satunya yaitu dengan berhijab dan berpakaian muslimah untuk melindungi diri.

“Ingat, pointnya adalah melindungi bukan menutupi. Kalau hanya sekedar menutupi, pakaian jeans yang ketat juga menutupi, namun yang kita butuhkan itu pakaian longgar dan menutup aurat untuk melindungi diri kita,” jelasnya.

Di sisi lain, Nuri Fauziah sebagai seorang psikolog menjelaskan bahwa fenomena hijrah yang sedang trend saat ini mempunyai beberapa faktor alasan. Menurutnya, ada dua poin penting jika ditinjau dari sisi psikologi, yaitu proses pencarian jati diri dan konformitas lingkungan. Nuri memaparkan bahwa kondisi lingkungan dimana kita tinggal sangat menentukan kepribadian kita. Apabila lingkungan sekeliling isinya sekelompok orang yang berhijrah, maka seseorang juga akan tergerak mengikuti seperti apa yang lingkungannya lakukan.

“Selain dua faktor itu, secara umum manusia berhijrah juga karna memang fitrah kita yang membutuhkan Tuhan dan mencari ketenangan batin,” ungkapnya.

Terakhir, Auli berharap supaya peserta yang mengikuti seminar itu dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk menjadi pribadi yang lebih baik. “Hijrah itu tidak hanya butuh proses, tapi juga butuh progres,” tutupnya.

Penulis : Nikmatus Sholikhah

Editor : Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu