Mahasiswi UNAIR Ciptakan PAPTU untuk Cegah Hipertensi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
TYA Wahyu Kurniawati (Kiri), Meirina Nur Asih (Tengah), Halfie Zaqiyah Gusti Puspitasari (Kanan) mahasiswa UNAIR yang ciptakan Program Asistensi Perawat Terpadu (PAPTU) dan raih juara I dalam ajang National Nursing Festival (NURSE) yang diadakan pada 25 – 27 Oktober 2019 di Universitas Indonesia. (Foto: Istimewa)
TYA Wahyu Kurniawati (Kiri), Meirina Nur Asih (Tengah), Halfie Zaqiyah Gusti Puspitasari (Kanan) mahasiswa UNAIR yang ciptakan Program Asistensi Perawat Terpadu (PAPTU) dan raih juara I dalam ajang National Nursing Festival (NURSE) yang diadakan pada 25 – 27 Oktober 2019 di Universitas Indonesia. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Penyakit kardiovaskuler merupakan penyakit tidak menular yang menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia. Salah satu penyakit kardiovaskuler, yaitu hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit yang merupakan faktor risiko utama penyakit gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal.

Berdasar hasil Riset Kesehatan dasar (Rikesdas) 2018, prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan dibanding dengan 2013. Hipertensi mengalami peningkatan yang signifikan, dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen. Angka tersebut bisa mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Terlebih, pola hidup masyarakat kekinian yang jauh dari kata sehat seperti merokok dan mengkonsumsi junk food. Penyakit hipertensi juga tidak memandang usia, muda hingga tua memiliki kemungkinan yang besar mengidap penyakit tersebut.

Karena itu, mahasiswi Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga (UNAIR) ciptakan Program Asistensi Perawat Terpadu (PAPTU) sebagai upaya pencegahan hipertensi di tingkat keluarga. Mahasiswi tersebut ialah Halfie Zaqiyah Gusti Puspitasari, Meiriana Nur Asih, dan Tya Wahyu Kurniawati.

Halfie menjelaskan bahwa program tersebut berbasis family support sehingga keluarga dijadikan pemeran utama dalam mencegah penyakit hipertensi. Tujuan diciptakannya PAPTU adalah meningkatkan pengetahuan dan memodifikasi perilaku keluarga agar mampu mengenali dan mencegah penyakit kardiovaskuler sejak dini.

“Program ini (PAPTU, Red) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan memodifikasi perilaku keluarga agar mampu mengenali dan mencegah penyakit kardiovaskular sejak dini,” ujarnya.

Program tersebut menuntut keluarga untuk memberi dukungan terhadap sesama anggota keluarga lain. Gerakan hidup sehat menjadi fokus sebagai upaya penanganan hipertensi.

“Terdapat dukungan antar keluarga melalui kegiatan atau gerakan hidup sehat,” imbuhnya.

Selain melalui gerakan hidup sehat, program tersebut juga memberdayakan keluarga untuk mecegah stres serta melakukan cek kesehatan secara berkala. Dengan adanya program tersebut, diharapkan keluarga saling mendukung dan melaksanakan cek kesehatan dengan pendampingan perawat.

“Sehingga mampu untuk saling mendukung dan melaksanakan cek kesehatan dengan pendampingan perawat,” imbuhnya.

Inovasi tersebut dituangkan dalam lomba karya tulis ilmiah dalam acara National Nursing Festival (NURSE). Acara tersebut dilaksanakan pada 25–27 Oktober 2019 di Universitas Indonesia. Selain itu, inovasi tersebut berhasil menjadi juara I dengan mengalahkan pesaing lain dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, serta Universitas Muhammadiyah Malang. (*)

Penulis: Icha Nur Imami Puspita

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu