Dosen Psikologi UNAIR Latih Kader PKK Tanggap Kesehatan Mental Keluarga

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
SESI diskusi kader kesehatan tentang kesehatan mental. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Hari kesehatan mental sedunia yang diperingati setiap tanggal 10 Oktober mengusung tema pencegahan bunuh diri pada tahun 2019. Fokus pada pencegahan bunuh diri dipilih oleh World Health Organization (WHO) sebagai pengingat tingginya kasus bunuh diri selama setahun terakhir dan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mencegah kasus tersebut.

Departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental (PKKM) Fakultas Psikologi UNAIR turut berpartisipasi dalam peringatan hari kesehatan mental sedunia dengan menyelenggarakan beberapa kegiatan selama bulan Oktober 2019. Seperti diskusi interaktif, bilik konseling, dan pengabdian masyarakat yang dikemas dalam bentuk kegiatan pelatihan bagi kader PKK.

Departemen PKKM memandang ibu dan kader PKK merupakan ujung tombak yang sangat menentukan dalam upaya peningkatan kesehatan mental keluarga dan masyarakat. Ketua pelatihan Endang Retno Surjaningrum, M.App.Psych., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menambah pengetahuan kader PKK tentang kesehatan jiwa di lingkungan keluarga dan strategi untuk mencapainya.

Dalam pengmas itu, kader PKK dilibatkan agar mereka dapat menjadi fasilitator pendamping keluarga di lingkungan terdekatnya dalam hal membangun kualitas mental masyarakat.

Pelatihan yang diselenggarakan pada Sabtu (19/10/2019) itu bertajuk pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan ketahanan keluarga pada masyarakat pesisir di Kota Surabaya.

“Masyarakat pesisir mempunyai tantangan yang khas mengingat padatnya arus keluar masuk warga di area tersebut. Banyaknya pendatang yang tentunya berasal dari berbagai latar belakang dan karakteristik, bisa menjadi faktor risiko bagi kesehatan mental keluarga,” ucap Endang.

Ia dan tim dosen lantas perpikir bahwa adalah sebuah kewajiban bersama untuk berkontribusi pada upaya peningkatan kesehatan mental di lingkungan terdekat.

Pelatihan tersebut terlaksana atas kerja sama Departemen PKKM dan Kelurahan Rangkah, dengan menerjunkan dosen dari Departemen PKKM sebagai pembicara dan fasiliator kegiatan. Sejumlah 50 kader PKK mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Balai RW 6 Kelurahan Rangkah dengan antusias hingga tuntas.

Udara panas Surabaya hari itu tidak menurunkan semangat para peserta. Para peserta meramaikan dengan yel-yel ala bunda PAUD di sepanjang kegiatan. Mereka juga aktif bertanya dan memberikan masukan secara santai diselingi dengan humor.

“Kegiatan kemarin menyenangkan, nara sumbernya jelas dan tidak membosankan. Materinya bagus, sangat cocok untuk ibu-ibu kader PKK dan bunda PAUD,” ucap Endang.

Materi pelatihan mencakup kesehatan mental, makna keluarga, dan pengasuhan anak yang disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan presentasi kelompok. Untuk memperluas cakupan sasaran, materi pelatihan juga dikemas dalam bentuk Buku Saku Kesehatan Mental Keluarga yang sekaligus dapat digunakan sebagai referensi bagi Kader PKK untuk menyebarluaskan hasil pelatihan ke wilayahnya masing-masing.

PARA kader PKK di Balai RW 6 Kelurahan Rangkah, Kota Surabaya, berfoto bersama usai diskusi. (Dok. Pribadi)

“Departemen PKKM berkomitmen untuk melakukan kegiatan serupa secara rutin dan berkelanjutan. Rangkah adalah langkah awal kami, pilot project untuk kegiatan pengembangan ketahanan keluarga,” terang Endang.

“Kami merencanakan untuk ke depan dapat menjangkau sasaran yang lebih luas. Kesehatan mental adalah tanggung jawab semua dan upaya mendasar perlu dimulai dari keluarga,” pungkasnya. (*)

Penulis: Atika Dian Ariana

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu