Surabaya Single Windows (SSW) Efektif Tingkatkan Ekonomi Surabaya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Feri Fenoria Rifa'i

UNAIR NEWS – Penerbitan sistem perijinan digital yang diluncurkan Kota Surabaya sejak 2013 efektif meningkatkan perekonomian Kota Pahlawan. Terutama dengan hadirnya program Surabaya Single Windows (SSW) atau pengurusan perijinan secara daring (online) yang diresmikan Walikota Tri Risma Harini pada 15 Maret 2013.

Dampak positif kehadiran SSW itu diperkuat dengan hasil penelitian Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga Lanny Ramli. Selama beberapa tahun, mulai sebelum sampai sesudah SSW diresmikan, Lanny menyebut terjadi lonjakan peningkatan jumlah yang cukup signifikan. Terutama dilihat perbandingan pada tahun awal dan tahun sebelum SSW diluncurkan.

”Sehubungan dengan penerapan Surabaya Single Window (SSW), peningkatan sektor bisnis di Surabaya dapat dikatakan sangat signifikan untuk meningkatkan pertumbukan ekonomi dan bisnis,” ujarnya.

Data yang dikelola Kota Surabaya menunjukkan, pada 2011, total nominal investasi asing yang masuk mencapai Rp 22.500.600.000. Pada tahun berikutnya (2012), nilai nominalnya mencapai angka Rp 298.717.956.292.

Lanny menyebutkan, hal itu sejalan dengan peningkatan nilai investasi dalam bentuk mata uang asing.  Pada 2013, nominalnya mencapai angka $12.735.769. Dan, pada tahun selanjutnya (2014) mencapai angka $45.294.933.

Di sisi investasi, lanjut Lanny, investor domestik pada 2013 membukukan nominal Rp. 490.271.432.498. Dan, pada tahun selanjutnya (2014), nominal tersebut meningkat menjadi Rp. 639.625.900.000. Bahkan, pada tahun selanjutnya, tepatnya 2015, nominalnya menyentuh angka Rp 828.416.500.000.

”Peningkatan nominal tersebut ditandai juga dengan peningkatan penerbitan Surat ijin Usaha Perdagangan (SIUP) di Surabaya,” katanya.

Lanny mengungkapkan, terwujudnya Surabaya Single Window (SSW) merupakan pelopor sistem pelayanan dalam pengaturan perijinan yang efektif, efisien, dan transparan di Indonesia. Karena itu, SSW dapat diadopsi sebagai sebuah sistem yang mampu mempermudah masyarakat dalam membuka bisnis di Surabaya yang memerlukan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP). Mengingat, SIUP merupakan surat ijin yang harus dimiliki setiap pemilik bisnis yang ingin menjalankan usahanya dengan legal.

”Berdasar data yang saya himpun, pada tahun 2014, total pengurusan SIUP mencapai angka 12.672. Dan, mengalami peningkatan pada tahun 2015, yaitu sebesar 13.333 pengurusan SIUP,” sebutnya.

Usai SSW diluncurkan, ungkap Lanny, angka pengguna listrik turut meningkat. Hal itu juga dapat dijadikan salah satu indikator peningkatan jumlah bisnis di Surabaya. Berdasar data pada 2012, terdapat 3.993 pengguna listrik untuk kebutuhan industri dan 74.863 untuk kegiatan bisnis. Tahun berikutnya mengalami peningkatan dalam kedua sektor. Kebutuhan industri membukukan angka 4.048 pengguna, sementara kebutuhan bisnis mencapai 88.662 pengguna.

Surabaya Single Window (SSW) merupakan solusi yang mampu memberikan peningkatan nilai investasi dan meningkatkan sektor bisnis di Surabaya,” katanya.

Meski demikian, Lanny menyebut sistem otomasi yang menjadi laman utama Surabaya Single Window (SSW) tidak jarang mengalami kesalahan teknis. Misalnya, jaringan dan perbaikan. Kendala lain yang perlu diperhatikan adalah hal-hal non-teknis.

”Misalnya, yang berkaitan dengan sosialisasi kepada calon atau pemilik bisnis. Ini juga perlu diperhatikan sehingga mampu meningkatkan efisiensi dari Surabaya Single Window (SSW) yang merupakan potensi sistem terkini dalam pelayanan perijinan di Indonesia,” katanya. (*)

Penulis : Feri Fenoria

Editor : Khefti Al Mawalia

Refensi :

Lanny Ramli, Ayu Putri Azahrawany, Luggas Radianto, Vidy Fauzizah Sampurno, Sandra Bagus M, Rintan Nur Indah Sari Anwar. 2018. Single Window Policy for Trade Licensing in Surabaya

https://www.researchgate.net/publication/333978065_Single_Window_Policy_for_Trade_Licensing_in_Surabaya

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu