Sabet Juara I Berkat Gagasan Penambahan Fitur Surabaya Emergency Course

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
FENY Dwintania (Kiri), Umami Nurvita Mayangsari (tengah), Aisyah Nusa Ramadhana (kanan). (Foto: Dok. Pribadi)
FENY Dwintania (Kiri), Umami Nurvita Mayangsari (tengah), Aisyah Nusa Ramadhana (kanan). (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Lagi, semangat berkompetisi mahasiswa UNAIR berbuah manis di kancah Nasional. Kali ini trio mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Administrasi Negara (AN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berhasil merebut juara I di Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Prestasi membanggakan tersebut diraih Aisyah Nusa Ramadhana (2016), Umami Nurvita Mayangsari (2018), dan Feny Dwintania (2018). Ketiganya merupakan srikandi dari Ilmu Administrasi Negara FISIP UNAIR.

Menurut pengakuan Aisyah Nusa Ramadhana atau yang akrab disapa Rara, prestasi tersebut diraih pada ajang Call For Paper Attraction (Administrator in Action) 2019 di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB pada 26-29 Oktober 2019. “Kami memberikan gagasan berupa penambahan fitur Massive Open Online Course (MOOC) yang bernama Surabaya Emergency Course (SEC) pada situs web BPB LINMAS yang berisi video animasi, kuis tentang kedaruratan dan kebencanaan, serta live report tentang kejadian darurat di Kota Surabaya,” ujar Rara saat ditemui UNAIR NEWS pada Kamis (31/10/2019).

Gagasan tersebut muncul karena maraknya pengaduan hoaks, laporan kejadian kategori non-darurat atau kejadian nyeleneh (kunci masuk selokan hingga rumah berhantu). Serta, informasi tidak lengkap dari pelapor yang masuk di layanan pengaduan darurat Command Center 112 Kota Surabaya.

Selain itu, berdasar hasil wawancara dengan anggota BPB LINMAS Kota Surabaya, sejauh ini respons pelaksana di lapangan tetap menindaklanjuti laporan tersebut dengan datang ke lokasi kejadian. Terlepas laporan tersebut bohong atau tidak, karena mindset yang mereka miliki, yaitu informasi adalah berita dan berita adalah perintah.

Pada sisi lain, respons Pemerintah Kota Surabaya adalah bekerja sama dengan Polrestabes Surabaya untuk melakukan penyelidikan data rekaman dan nomor pelaku. Sebab, jika hal tersebut terus-menerus dibiarkan akan menyebabkan kerugian diberbagai pihak terkait.

“Tim kami membawa beberapa perlengkapan seperti roll banner dan brosur. Selain itu juga menyajikan video dokumenter ketika turut serta dengan BPB LINMAS dalam menangani korban kebakaran. Serta menyajikan video pernyataan yang berisi dukungan dari pihak BPB LINMAS Kota Surabaya,” ujar Rara yang diketahui pernah menjadi buruh pabrik sebelum kuliah.

Menurut Rara, Acara yang paling berkesan selain presentasi Call For Paper adalah sesi hearing. Mereka diberikan ruang berdiskusi secara langsung dengan pihak DPRD Kota Malang terkait penyampaian solusi dalam menghadapi permasalahan di Kota Malang.

“Jangan pernah ragu untuk mencoba hal baru, jangan pernah takut untuk melangkah, life begins at the end of your comfort zone,” tutupnya. (*)

Penulis: Muhammad Wildan Suyuti

Editor: Feri Fenoria Rifa’i

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu