Prediksi Aktivitas, Sifat Farmakokinetik, dan Toksisitas Calon Obat Anti Kanker

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS – Perkembangan di dunia kesehatan terus terjadi dengan pesat, tak terkecuali di bidang industri farmasi. Berbagai upaya pengembangan obat baru dilakukan, demi mendapatkan senyawa dengan aktivitas lebih baik dengan toksisitas yang rendah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat rancangan obat dengan memodifikasi strukturnya. Modifikasi struktur dilakukan dengan mensitesis sejumlah turunan senyawa induk dengan melakukan identifikasi struktur dan melakukan uji aktivitas biologisnya. Sebelum dimanfaatkannya uji secara komputasi molekuler (in silico), penemuan senyawa obat baru memerlukan waktu yang panjang dan biaya besar, ditambah dengan adanya kemungkinan gagal.

“Cara yang dilakukan adalah dengan mensintesis senyawa secara coba-coba, kemudian baru ditentukan aktivitas, sifat farmakokinetika dan toksisitasnya,” buka Prof. Dr. Suko Hardjono., MS., Apt., dosen Fakultas Farmasi UNAIR selaku peneliti.

Dalam upaya pengembangan obat baru untuk anti kanker, Prof Suko beserta tim melakukan prediksi aktivitas beberapa senyawa secara in silico. Senyawa-senyawa tersebut yaitu N-benzoil-N’-(4-fluoro) feniltiourea dan empat turunannya yaitu: N-4-klorobenzoil-N’-(4-fluoro) feniltiourea, N-2,4-diklorobenzoil-N’-(4-fluoro) feniltiourea, N-4-bromobenzoil-N’-(4-fluoro) feniltiourea dan N-4-trifluorometil-benzoil-N’-(4-fluoro) feniltiourea dengan target enzim Sirtuin-1.

Prediksi aktivitas dari senyawa tersebut didasarkan pada fungsi gen p53. Gen p53 terdapat pada sel kanker dan berfungsi untuk menghambat perkembang biakannya. Fungsi dari gen p53 sendiri dihambat oleh enzim sirtuin-1.

“Pada penelitian ini diharapkan senyawa yang diprediksi mempunyai aktivitas menghambat kerja enzim Sirtuin-1, sehingga fungsi gen p53 tidak terganggu,” jelas Prof. Suko.

“Hasil dari prediksi aktivitas menunjukkan bahwa kelima senyawa tersebut dapat menghambat enzim sirtuin-1 dengan lebih baik dibanding hidroksi urea yang masih digunakan sebagai anti kanker,” lanjutnya.

Selain diprediksi aktivitasnya, senyawa-senyawa tersebut juga diprediksi sifat farmakokinetik dan toksisitasnya. Hal ini dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana obat diserap dan didistribusikan dalam tubuh. Selain itu, bagaimana obat dimetabolisme dan dikeluarkan dari tubuh juga harus diperhatikan.

“Dari penelitian ini, kelima senyawa tersebut dapat diserap dengan baik di usus. Selain itu, kelimanya juga tidak berpengaruh terhadap kerja enzim pada lever yang digunakan untuk menghilangkan racun,” ujar Prof.Suko.

Untuk prediksi toksisitas, semua senyawa tidak menyebabkan kanker dan mempunyai toksisitas rendah. Dari hasil prediksi tersebut, dapat disimpulkan bahwa senyawa N-4-klorobenzoil-N’-(4-fluoro) feniltiourea mempunyai sifat farmakokinetik yang baik, aktivitas tertinggi, serta tidak menyebabkan kanker maupun mengganggu kerja liver. Dengan prediksi tersebut, senyawa layak untuk disintesis sebagai calon obat baru untuk anti kanker. (*)

Penulis : Sukma Cindra Pratiwi

Editor : Khefti Al Mawalia

Link Jurnal :

http://www.indianjournals.com/ijor.aspx?target=ijor:rjpt&volume=12&issue=5&article=018

Hardjoko Suko, Widiandani Tri, Purwanto Bambang T, Nasyanka Anindi L. 2019. Molecular Docking of N-benzoyl-N’-(4-fluorophenyl) thiourea Derivatives as Anticancer Drug Candidate and Their ADMET prediction

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Replay

Close Menu