Konferensi Antarbangsa BEM UNAIR bersama BEM UiTM Bahas Isu Perubahan Iklim Dunia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Salah satu tim delegasi dari UiTM sedangmempresentasikan hasil papernya mengenai isu iklim di dunia kepada BEM UNAIR dan pserta lainnya di di Ruang Sidang Pleno Kantor Manajemen Kampus C, pada Kamis (31/10/2019). (Foto : Khefti Al Mawalia)

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi tuan rumah dalam acara Konvensyen Antarbangsa Kepemimpinan Mahasiswa UiTM – UNAIR. Konferensi kali ini bertajuk Kelestarian Alam Sekitar dan Perubahan Iklim Dunia yang diselenggarakan pada Kamis (31/10/2019).

Konferensi itu merupakan konferensi kedua yang dilakukan oleh BEM UNAIR bersama BEM Universiti Teknologi MARA (UiTM). Bertempat di Ruang Sidang Pleno Kantor Manajemen Kampus C UNAIR, konferensi antarbansa tersebut berjalan dengan lancar.

Ketua BEM UNAIR Agung Tri Putra mengungkapkan bahwa dalam konferensi tersebut mendiskusikan dua bahasan utama. Yaitu resolusi kepemimpinan mahasiswa dan isu kelestarian alam serta perubahan iklim dunia.

“Pembahasannya berkutat pada bagaimana kita merawat solidaritas dan kepemimpinan. Juga ada pembahasan mengenai climate change (perubahan iklim, red) yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Dalam konferensi tersebut, lanjutnya, kita juga membahas mengenai kepedulian masyarakat Indonesia terhadap isu perubahan iklim yang terjadi. Kemudian akan dibahas juga mengenai kepedulian masyarakat yang ada di Malaysia, sehingga nantinya diharapkan akan menemukan sebuah solusi.

“Harapannya kita nanti bisa setidaknya melahirkan solusi berupa kesadaran bersama untuk sosialisasi kepada masyarakat,” imbuhnya.

Agung, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa konferensi tersebut tidak hanya berhenti di sini. BEM UNAIR juga akan mengajak BEM UiTM berkunjung ke Jambangan.

“Nanti di Jambangan, kita akan bersama-sama melihat seperti apa proses pengolahan sampah yang ada di Surabaya,” lanjutnya.

Agung menambahkan bahwa selama ini BEM UNAIR telah turut berusaha bersinergi dengan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Selama ini, BEM UNAIR sudah melakukan pengabdian masyarakat berbasis lingkungan di desa mitra yang ada di Jolosutro, Blitar.

“Contohnya seperti membersihkan pantai, kan dekat pantai di sana. Terus kemudian bagaimana air bersih itu bisa dialirkan,” jelasnya.

Di Desa Jolosuto, BEM UNAIR berhasil membangun semacam tangki air agar masyarakat bisa menikmati air bersih yang bebas dari garam. Selain itu, BEM UNAIR juga melakukan pemberdayaan enterpreneurship kepada masyarakat.

“Jadi kayak kita coba orang-orang disana gimana sih kalo diajari entrepreneurship. Selain itu ini juga akan menjadi pembelajaran sendiri untuk mahasiswa bagaimana cara terjun ke masyarakat,” tutupnya.  (*)

Penulis : Sandi Prabowo

Editor : Khefti Al Mawalia

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu