Cegah Perkembangan Kanker dengan Derivat Sinamat

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi Artikel Ilmiah oleh Feri Fenoria

UNAIR NEWS- Angiogenesis merupakan salah satu faktor yang paling berkontribusi terhadap pertumbuhan progresif neoplasma dan terjadinya metastasis pasien kanker. Pada angiogenesis terjadi pembentukan pembuluh darah baru sebagai perpanjangan dari pembuluh darah yang ada. Fungsinya adalah untuk memasok oksigen dan makanan pada sel kanker, sehingga terjadi pembelahan sel yang tidak terkendali  untuk memasok oksigen dan makanan pada sel kanker. Sehingga terjadi proses pembelahan sel yang tidak terkendali dan penyebaran sel kanker.

Hambatan pada angiogenesis diketahui dapat menghambat terjadinya proliferasi sel dan metastase kanker. Beberapa obat yang digunakan menghambat terjadinya angiogenesis masih menunjukkan hasil yang belum menggembirakan. Salah satu penyebabnya adalah efek samping yang ditimbulkan.

Pada penelitian yang dilakukan untuk menemukan calon obat baru untuk anti kanker, salah satu derivat sinamat yang  diketahui memiliki aktivitas hambatan angiogenesis adalah etil p-metoksisinamat. Senyawa ini diisolasi dari tanaman kencur dan diketahui memiliki aktivitas anti radang. Etil p-metoksisinamat dapat menghambat enzim cyclooxygenase-2 (COX-2) dan tirosin kinase.

“Asam m-metoksisinamat dipilih sebagai bahan awal karena mudah diperoleh melalui reaksi Knoevenagel,” ungkap Dr.Juni Ekowati, M.Si., Apt., selaku peneliti.

Juni menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan kerja sama antara Fakultas Farmasi Universitas Airlangga dengan Hoshi University Jepang. Pada penelitian ini, senyawa asam m-metoksisinamat ini mudah disintesis melalui reaksi Knoevenagel. Gugus asam karboksilat dari asam m-metoksisinamat, pada penelitian ini dirubah menjadi tiourea.

“Dengan adanya modifikasi struktur ini, diharapkan hambatan angiogenesis semakin kuat. Selain itu, diharapkan senyawa baru hasil sintesis memiliki toksisitas yang rendah dan dapat diserap dengan baik oleh tubuh,” jelas Juni.

Uji karakteristik struktur senyawa produk secara spektroskopi menunjukkan telah terbentuk tiga senyawa baru derivate tiourea dari asam m-metoksisinamat. Aktivitas hambatan senyawa turunan tiourea hasil sintesis lebih kuat dibandingkan senyawa awalnya, yaitu asam m-metoksisinamat. Sifat fisikokimia senyawa juga telah memenuhi persyaratan untuk dikembangkan sebagai calon obat yang digunakan secara oral.

“Penyerapannya di usus diprediksi baik dan toksisitasnya juga rendah, sehingga aman untuk digunakan sebagai obat. Hasil studi komputerisasi juga menunjukkan bahwa aktivitas senyawa modifikasi dalam menghambat COX-2 lebih kuat dibandingkan senyawa asli,” ujar Juni.

“Senyawa ini memiliki prospek cukup bagus untuk dikembangkan sebagai calon obat kanker, terutama untuk pencegahan pada fase awal pertumbuhan sel kanker,” tutupnya (*).

Penulis : Sukma Cindra Pratiwi

Editor : Khefti Al Mawalia

Link artikel ilmiah :

https://jurnalteknologi.utm.my/index.php/jurnalteknologi/article/view/13410

Juni Ekowati, Iwan Sahrial Hamid, Kholis Amalia Nofianti, Shigeru Sasaki. Synthesis of Thiourea Derivatives from m-Methoxycinnamic Acid as Antiangiogenic Candidate. Jurnal Teknologi, 81(4) 105–114 |www.jurnalteknologi.utm.my | eISSN 2180–3722

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu