Sistem Resirkulasi Budidaya Lele Dumbo dan Komunitas Bakterinya

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Feri Fenoria Rifa'i

UNAIR NEWS – Sistem resirkulasi akuakulktur (Recirculation Aquaculture System) merupakan sistem yang memanfaatkan ulang air yang telah digunakan dengan meresirkulasikembali melewati sebuah filter, sehingga secara signifikan mampu menghemat air lebih banyak dan mengurangi pembuangan limbah sisa budidaya.Teknologi resirkulasi merupakan salah satu alternatif dalam mengatasi masalah kualitas air dalam akuakultur.

Harus diakui bahwa peran bakteri sangat penting bagi produksi dan keberlanjutan akuakultur sehingga menjadi bagian dalam pengelolaan akuakultur secara terpadu dan holistik. Menilik dari hal tersebut, Wahyu Isroni, S.Pi., M.P. bersama tim melakukan penelitian untuk mengetahui komunitas bakteri pada suatu sistem budidaya.

“Sumber daya alam seperti air dan lahan yang hari ini mulai terbatas menjadikan intensifikasi sebagai pilihan yang paling memungkinkan dalam meningkatkan produksi budidaya. Upaya untuk mengembangkan perikanan budidaya  pada sistem intensif hingga kini masih terus dilakukan mengingat sistem tersebut masih terkendala oleh berbagai masalah,” ujar dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) tersebut.

Bakteri pada sistem budidaya ikan, tambahnya, berfungsi untuk menguraikan sisa pakan, senyawa organic dari pakan yang terlarut, dan kotoran ikan. Sampah-sampah itu dapat mengotori air dan menjadi tempat tumbuh bakteri pathogen, jamur atau mikroba jahat, dan menyebabkan ikan mudah terserang penyakit.

“Penelitian yang saya lakukan bersama tim pada budidaya lele dumbo (C. gariepinus) dengan sistem resirkulasi menggunakan 3 unit kolam resirkulasi. Kolam terpal bundar dengan diameter 1 m dan ketinggian kolam 1 m sebagai wadah budidaya. Kemudian filter yang digunakan adalah dengan swirl filter dan filter biologi dengan menggunakan bioball filter,” imbuhnya.

Hasil yang didapatkan pada penelitiani ini suhu rata-rata di kisaran 28-30°C, hasil pengukuran kadar oksigen terlarut 4,3-4,8 Mg/L dan PH berada pada nilai yang normal yaitu 7.6. Selain itu, ditemukan beberapa spesies bakteri seperti Bacillus subtili dan Bacillus megaterium, Empedobacter brevis, Spingomonas paucimobilis, Staphilococcus vitulus, Stapilococus xylosus,Bacillus cereus, dan Bacillus lincheniformis. 

“Memahami struktur komunitas bakteri pada sistem sangat dibutuhkan untuk mengetahui pemetaan struktur komunitas, keragaman dan berbagai faktor yang terkait. Karenanya dengan penelitian ini harapannya bisa memberikan informasi terkait hal tersebut,” tutupnya.

Penulis: Dian Putri Apriliani

Editor: Nuri Hermawan

Berikut link terkait artikel tersebut: https://e-journal.unair.ac.id/JAFH/article/view/15059

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu