Ketertarikan pada Isu Sampah, Mahasiswa UNAIR Banyuwangi ikuti JIBBS

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Delegasi se-Jawa Timur dalam kegiatan JIBBS 2019. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat PSDKU Universitas Airlangga di Banyuwangi, baru saja mengikuti Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah (JIBBS). Kegiatan itu, digagas oleh Kementrian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) yang tahun ini bertempat di Bali.

Saat ditemui UNAIR NEWS pada Minggu (27/2019), Reza Faujia mahasiswa yang ikut dalam acara tersebut mengungkapkan alasannya mengikuti kegiatan itu. Selain karena ketertarikan, ia sadar bahwa sampah masih menjadi masalah utama dan belum bisa diselesaikan secara tuntas. Sebelum mengikuti, ia harus melewati serangkaian seleksi terlebih dahulu.

 “Pada saat awal pendaftaran ada seleksi yang berisi pertanyaan terkait peraturan undang-undang mengenai sampah, mulai dari peraturan dalam lingkup Nasional maupun Daerah. Lalu, gerakan yang pernah diikuti, apakah memiliki komunitas, dan masih banyak lagi. Dari 570 pendaftar, 400 peserta lolos,” ungkapnya.

Kegiatan itu, lanjutnya, setiap tahun diadakan ditempat yang berbeda. Tahun pertama di Solo, kedua di Aceh, ketiga di Malang, dan yang keempat  di Bali. Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan Kementerian PUPR, Bupati Tabanan, dan para penggiat lingkungan seluruh Indonesia itu, berlangsung selama 3 hari, dengan peserta yang berasal dari 34 provinsi di Indonesia.

“Hari pertama, setelah pembukaan dilanjutkan dengan talkshow 3 tema meliputi Target dan agenda pemerintah Indonesia terkait kebijakan dan startegi nasional terkait dengan pengelolaan sampah, kontribusi masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah berdasarkan aliansi dan gerakan kerja yang dilakukan masyarakat, serta Target dan agenda pemerintah daerah khususnya bali terkait kebijakan dan startegi daerah,” jelasnya.

Selanjutnya, tambah Reza, acara dilanjutkan dengan materi dari beberapa komunitas seperti Bring your tumblr, Plastic detox, dan TPST3R yang didirikan oleh Kementrian PUPR, workshop oleh beberapa peserta terpilih, dilanjutkan dengan peluncuran bebas sampah.id. Tidak hanya itu, tandasnya, acara juga dilanjutkan dengan kegiatan perdana yaitu pembentukan Forum Komunikasi per provinsi sebagai upaya membangun kekuatan serta kolaborasi untuk bergerak bersama dalam mewujudkan Indonesia bersih dan bebas sampah.

“Dengan kegiatan ini, saya menjadi lebih tau banyaknya kepedulian serta peran. Baik Pemerintah, masyarakat maupun komunitas dalam menanggapi permasalahan seperti ini. Hal tersebut dibuktikan dengan antusias yang tinggi, tidak hanya pemuda, namun segala usia dari seluruh daerah Indonesia ikut serta untuk diskusi mengenai isu sampah yg ada di Indonesia, tentang bagaimana upaya yang dilakukan di masing-masing daerah, agar nantinya dapat menjadi solusi bagi daerah lainnya juga,” tutupnya(*)

Penulis: Athiya Adibatul Wasi

Editor: Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu