Daun Singawalang Turunkan Kadar Gula Darah

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ilustrasi oleh Merdeka.com

Badan kesehatan dunia memperkirakan penderita kencing manis dewasa meningkat dari 177 juta orang pada tahun 2000 menjadi 370 juta orang  pada tahun 2030. Di Indonesia tahun 2000 jumlah penderita kencing manis  sebesar 8.426.000 orang dan akan  menjadi 21.257.000 orang  pada tahun  2030 (WHO, 2013). Hasil riset kesehatan dasar tahun 2007 menunjukkan bahwa proporsi penyebab kematian akibat kencing manis pada kelompok usia 45-54 tahun di daerah perkotaan menduduki rangking ke-2 yaitu 14,7 % dan pada daerah pedesaan menduduki rangking ke- 6 yaitu 5,8% (Kesehatan, 2010).

Penatalaksanan kencing manis yang paling utama adalah pengendalian kadar gula darah, karena  memegang peranan sangat penting dalam mencegah komplikasi kencing manis. Komplikasi kencing manis antara lain adalah hipertensi, kebutaan, gagal ginjal, dan akhirnya menyebabkan kematian (Turner et al., 1996). Pengendalian kadar gula darah dapat dilakukan dengan pengaturan diet, olah raga, dan obat. Pada kondisi tertentu seringkali pengobatan tersebut kurang memperoleh hasil yang memuaskan sehingga perlu tambahan modalitas terapi misalnya dengan menggunakan herbal, yaitu daun Singawalang.

Singawalang merupakan salah satu tanaman dalam famili Phytolaccaceae (gandola-gandolaan), tanaman tersebut masuk ke Indonesia melalui India. Tanaman tersebut berbentuk semak, merunduk, tingginya bisa mencapai 1 meter, berdaun jorong dengan panjang 6-19 cm, meruncing atau lancip, serta ujungnya tajam. Buahnya berbentuk garis sepanjang 6 mm, ciri khasnya berbau seperti marga bawang (Taylor, 2004). Penelitian dilakukan pada hewan coba Rattus norvegicus yang dinjeksi dengan streptozotocin secara intraperitoneal sebagai model hewan coba dengan kencing manis. Pemberian Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Singawalang menurunkan kadar gula darah pada hewan coba model kencing manis melalui induksi protein 5′ adenosine monophosphate-activated protein kinase (AMPK).

Pengunaan obat herbal memiliki berbagai kendala karena ekstraknya mengandung berbagai macam senyawa sehingga kemungkinan bisa terjadi kompetisi pada proses absorbsi dan akan menyebabkan absorbsi bahan aktif di gastrointestinal menurun. Salah satu cara untuk meningkatkan absorbsi dan disposisi bahan aktif pada target organ adalah dengan menggunakan formulasi nanopartikel  (Martien et al., 2012). Berbagai riset telah dikembangkan untuk memperbaiki formulasi dan sistem penghantaran yang bertujuan untuk meningkatkan kadar bahan aktif sampai ke target organ, salah satunya adalah dengan penghantaran bahan aktif dalam sistem nanopartikel (Ober and Gupta, 2011, Meena et al., 2011). Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang formulasi nanopartikel untuk ekstrak daun Singawalang.

Jenis riset ini adalah riset eksploratif yang bertujuan untuk mencari formulasi yang tepat  untuk ekstrak daun Singawalang dalam sistem nanopartikel. Pada penelitian ini dilakukan formulasi ekstrak daun singawalang dalam sistem autonanoemulsifikasi. Tahap penelitian yang dilakukan adalah pembuatan ekstrak daun singawalang, uji komponen minyak, surfaktan dan ko surfaktan. Tahap selanjutnya adalah penentuan komposisi formula autonanoemulsi dan loading ekstrak ke dalam sistim. Formulasi yang terpilih dilakukan karakterisasi dengan menggunakan elektron mikroskop dan particle size analyzer.

Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Fase minyak yang sesuai untuk ekstrak daun singawalang adalah migliol dan VCO, komponen surfaktan yang sesuai adalah Tween 80 dan kosurfaktan yang sesui adalah PEG 400. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk pengembangan obat herbal menjadi fitofarmaka.

Penulis : Dr. Arifa Mustika,dr.,M.Si

Hasil Penelitian ini dapat dibaca pada

https://innovareacademics.in/journals/index.php/ijap/article/view/35772

Arifa Mustika, Nurmawati Fatimah, Gadis Meinar Sari. 2019. Formulation And Characterizations Of Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System Of Extract Petiveria Alliacea (Singawalang) Leaves. International Journal Of Applied Pharmaceutics, Vol 11, Special Issue 5.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu