Angkat Topik Pernikahan Berprinsip Islam, Mahasiswa UNAIR Sabet Juara 1 dan Best Paper Lomba KTI Nasional

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
DARI KIRI: M. Rizky Alvin, Mir’atun Nisa, Alaik Wahyu Rozaki, berhasil meraih Juara I dan Best Papar dalam acara Sharia Economic Celebration (SELEB) yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada tanggal 27 Oktober 2019. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Ksatria Airlangga. Kli ini prestasi datang dari tim Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) yang berhasil meraih Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional. Lomba bertajuk Sharia Economic Celebration (SELEB) itu diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Sabtu (26/10/2019) dan Minggu (27/10/2019).

Tim yang meraih juara itu beranggotakan M. Rizky Alvin (2018), Alaik Wahyu Rozaki (2018), Mir’atun Nisa (2018). Mereka berhasil meraih Juara I LKTI dengan mengusung pembahasan tentang Sharia Wedding Organizer (SHAWOO) sebagai upaya layanan produk halal dengan konsep sharing economy.

Mir’atun salah satu anggota tim mengatakan bahwa latar belakang timnya mengambil tema itu adalah selama ini kebanyakan masyarakat Indonesia tidak begitu memperhatikan tentang tata cara pernikahan yang baik dan benar sesuai dengan prinsip Islam. Sehingga, mereka memiliki ide untuk mengangkat tema tentang SHAWOO.

“Kita itu bahwasanya kebanyakan melewatkan. Kalau misalkan orang-orang itu asal aja nikah, asal aja ngambil WO, padahal beberapa WO itu tidak sesuai dengan syariahnya, jadi seperti memakai pakaian bebas hanya asal sama dan seragam padahal tidak menutup aurat. Serta kadang mengadakan acara prasmanan, tetapi tidak menyediakan tempat duduk,” ujar Mir’a sapaan akrabnya.

Mir’a juga mejelaskan bahwa ide dia dan tim itu dicetuskan salah satunya untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa menikah dengan konsep syariah tidaklah susah. Hal yang menarik dari ide yang mereka angkat adalah menggunakan sharing economy.

Menurut Mar’a, cukup susah untuk mencari referensi mengakat topik KTI-nya. Sehingga, mereka hanya mengambil referensi dari beberapa jurnal dan skripsi tentang Walimatul ‘Urs.

“Jadi dalam sharing economy itu kita tidak punya sumber daya, tapi semuanya kita supply dari para mitra. Jadi di sini SHAWOO itu sebagai platform yang mempertemukan antara konsumen dengan mitra. Nah hal ini yang membuat para juri tertarik,” jelas mahasiswi semester tiga Ekonomi Islam tersebut.

Mir’a juga mengungkapkan bahwa topik yang dia dan tim angkat sangat mencuri perhatian para dewan juri. Salah satunya, Ali Sakti dari Bank Indonesia. Ali Sakti menawarkan sebuah pendanaan Bank Indonesia agar SHAWOO tidak hanya berhenti pada karya tulis ilmiah saja, tetapi ke depan dapat terealisasi.

Tidak hanya mendapatkan Juara I saja, tetapi mereka juga berhasil meraih Best Paper dan berhasil mengalahkan universitas ternama di Indonesia seperti UI dan UGM.

“Sebenernya tidak nyangka bakal dapet Best Paper. Tapi aku nyangkanya kita dapat Best Presentation soalnya waktu presentasi kita percaya diri dan menampilkan video yang membuat orang-orang excited sama presentasi kita,” ungkapnya.

Mir’a juga menyampaikan pesan untuk mahasiswa lainnya untuk tidak mudah putus asa dan selalu berbuat yang terbaik. “Yang aku ambil dari ini semua, jangan pernah berhenti mencoba. Jadi tinggal kita ikhtiar dan tawakal, pertolongan Allah akan datang,” tutupnya. (*)

Penulis: Febrian Tito Zakaria Muchtar

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu