Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat, OJK Sosialisasikan Pasar Modal di UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Ir. Hoesen, M.M saat mengisi acar OJK Mengajar pada Kamis (24/10/2019) di Aula Soepoyo FEB UNAIR. (Foto: Febrian Tito)

UNAIR NEWS – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar acara bertajuk OJK Mengajar. Acara ini telah diselenggarakan diberbagai kota besar di Indonesia, salah satunya di kota Surabaya yang  bekerja sama dengan Univeristas Airlangga (UNAIR). OJK Mengajar dilaksanakan pada Kamis (24/10/2019) bertempat di Aula Soepoyo FEB UNAIR.

Acara dihadiri oleh Wakil Rektor I UNAIR yaitu Prof. dr. Djoko Santoso, Ph.D., K-GH., FINASIM serta Heru Cahyono selaku Kepala OJK Region 4 Jawa Timur. Serangkaian acara ini juga diisi oleh Ir. Hoesen, M.M selaku Anggota Dewan Komisioner OJK. Ia memberikan pengetahuan kepada mahasiswa mengenai ‘Kebijakan Pembiayaan Infrastruktur Melalui Pasar Modal’.

Topik yang disampaikan Hoesen itu didasari oleh Indonesia yang memerlukan pembiayaan projek untuk membangun infrastruktur yang didukung oleh market size yang besar dan performa ekonomi makro yang stabil.

“Pada intinya Indonesia membutuhkan pengembangan infrastruktur, ini digunakan untuk distribusi barang logistik, dan diharapkan dengan pembangunan infrastruktur akan menciptakan aktivitas ekonomi baru serta menurunkan tingkat pengangguran,” jelas Hoesen.

Indonesia juga telah menjadi Fully Investment Creat. Menurut Hoesen, hal itu menjadikan ekonomi di Indonesia sangat baik yang dapat menjadi tujuan utama investasi para investor-investor dunia. Namun, hal itu kurang didukung infrastruktur yang masih terbatas serta kurangnya inovasi teknologi.

“Negara kita ini adalah negara kepulauan. Tanpa kita sadari ini menjadi tantangan bagi kita semua. Makanya infrastruktur itu menjadi target utama, sehingga meningkatkan rangking Indonesia, baik di dalam kemudahan untuk berbisnis di Indonesia,” ujar laki-laki yang sekaligus merangkap sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal.

Kebutuhan untuk meningkatkan infrastruktur ini hanya dibiayai oleh kontribusi APBN. Namun, kemampuan APBN sangat terbatas karena sumber penerimaan negara hanya dari pajak. Sehingga, menurut Hoesen, pemerintah harus melakukan upaya penerbitan obligasi untuk selisih gap dari APBN.

“Jadi dari sinilah yang menjadi peluang fiskal yang dimiliki oleh pemerintah di dalam mendorong pembangunan infrastruktur,” ucapnya.

Hoesen juga menjelaskan bahwa untuk mendukung hal itu, arah kebijakan OJK ke depan adalah akan mengembangkan capital market development melalui pengembangan supply side, demand side, dan reformasi bisnis, serta litersi pasar modal yang didukung oleh stakeholder. Sehingga, akan menjadi alternatif pembiayaan jangka panjang dan menyebabkan peningkatan jumlah investor pasar modal.

Sebagai informasi, acara itu juga diisi oleh CEO Bareksa sekaligus Presiden Direktur OVO yakni Karaniya Dharmasaputra. Ia memberikan pengetahuan serta mengajak mahasiswa untuk mulai berinvestasi melalui reksadana. Menurutnya, reksandana adalah cara mudah untuk melakukan investasi. (*)

Penulis: Febrian Tito Zakaria Muchtar

Editor: Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu